Pria Berpakaian Joker Tusuk 17 Orang di Kereta Tokyo

Senin, 01 November 2021 - 06:58 WIB
loading...
Pria Berpakaian Joker...
Para penumpang kereta api di Tokyo, Jepang, berebut melarikan diri setelah pria berpakaian Joker menusuk 17 orang dan menyalakan api pada Minggu (31/10/2021) malam. Foto/news.com.au/via Twitter
A A A
TOKYO - Pria berpakaian Joker mengamuk dan menusuk 17 orang di dalam kereta api di Tokyo , Jepang, Minggu (31/10/2021) malam. Dia juga menyalakan api di dalam moda transportasi massal tersebut.

Beberapa rekaman video dari lokasi kejadian menunjukkan pelaku duduk dan merokok setelah beraksi. Dia akhirnya ditangkap dan ditahan oleh polisi.

Saksi mata mengatakan kepada NHK bahwa para penumpang ketakutan selama serangan yang terjadi pada perayaan Halloween di ibu kota Jepang, di mana orang-orang bersuka ria dan mengenakan kostum.

Baca juga: Guru Perempuan Berhubungan Intim dengan Siswa, Klaim Muridnya Terangsang di Kelas

Pelaku serangan menyemprotkan asam klorida ke dalam gerbong pertama dan kedua kereta sebelum akhirnya membakarnya.

Polisi dan saksi mata mengatakan para penumpang terlihat berebut untuk melarikan diri melalui jendela kereta saat kengerian terjadi sekitar pukul 20.00 malam waktu setempat.

"Saya pikir itu adalah acara Halloween," kata seorang saksi mata kepada wartawan. “Kemudian saya melihat seorang pria berjalan ke arah sini, perlahan-lahan mengayunkan pisau panjang.”

Sebuah video yang di-posting di media sosial menunjukkan lebih dari selusin orang melarikan diri dari gerbong yang terbakar dan berkerumun di ujung gerbong berikutnya. Rekaman itu juga menunjukkan tersangka penyerang berpakaian seperti Joker dalam film Batman.

Polisi terlihat memasuki gerbong tempat pelaku serangan duduk santai sambil merokok.

Pelaku tidak melawan saat dia ditangkap dan ditahan.

Shunsuke Kimura, salah seorang yang merekam video insiden itu, mengatakan kepada NHK bahwa dia melihat para penumpang melarikan diri sebelum mendengar ledakan.

Dia melompat dari jendela dalam upaya putus asa untuk melarikan diri, tetapi jatuh di peron dan bahunya terluka.

"Pintu kereta ditutup dan kami tidak tahu apa yang terjadi, dan kami melompat dari jendela. Itu mengerikan," katanya, yang dilansir Senin (1/11/2021).

Operator jalur mengatakan layanan kereta telah ditangguhkan sebagian setelah insiden yang melibatkan para korban cedera terjadi tepat sebelum pukul 20.00 malam di dekat Kokuryo di pinggiran barat ibu kota Jepang.

“Pertama saya pikir itu seperti acara Halloween. Tetapi saya bergegas pergi ketika seorang pria membawa pisau panjang masuk. Saya sangat beruntung tidak terluka," kata seorang pria yang berada di kereta kepada NHK.

Seorang penumpang perempuan mengatakan penyerang melakukan tindakan itu tanpa menunjukkan emosi apa pun.

"Dia memegang pisau dan mulai menyebarkan cairan," katanya. “Dia melakukan tindakan ini tanpa menunjukkan emosi apa pun, hanya secara mekanis. Saya pikir itu membawa ketakutan bagi semua orang.”

Kyodo News mengatakan 15 orang terluka dalam serangan itu. Laporan lain NHK mengatakan 17 orang terluka dengan seorang pria berusia 60-an tahun berada dalam kondisi serius.

Puluhan petugas pemadam kebakaran dan polisi terlihat bekerja di luar stasiun.

Kejahatan dengan kekerasan jarang terjadi di Jepang, tetapi pada bulan Agustus sembilan orang terluka, salah satunya serius, dalam serangan penikaman di kereta komuter di Tokyo, di mana tersangka kemudian menyerahkan diri setelah melarikan diri dari tempat kejadian.

Dalam serangan terpisah pada bulan Agustus, dua orang menderita luka bakar dalam serangan asam di stasiun kereta bawah tanah Tokyo.

Jepang memiliki undang-undang senjata yang ketat, tetapi terkadang ada kejahatan kekerasan yang melibatkan senjata lain.

Pada 2019, seorang pria membunuh dua orang termasuk seorang siswi dan melukai lebih dari selusin orang dalam amukan yang menargetkan anak-anak saat mereka menunggu bus.

Pada 2018, seorang pria ditangkap di Jepang tengah setelah menikam satu orang hingga tewas dan melukai dua lainnya di dalam kereta peluru.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved