Coba Ubah Citra, Putra Pendiri Taliban Muncul di Televisi untuk Kali Pertama

Kamis, 28 Oktober 2021 - 23:40 WIB
loading...
Coba Ubah Citra, Putra...
Mohammad Yaqoob, putra pendiri Taliban, Mullah Omar. FOTO/Al Arabiya
A A A
KABUL - Mohammad Yaqoob, putra pendiri Taliban, Mullah Omar muncul di depan umum untuk pertama kalinya pada Rabu (27/10/2021). Yaqoob muncul ketika para penguasa garis keras Afghanistan mencoba memoles citra media mereka.

Sebagai pemimpin tertinggi gerakan selama masa kekuasaan pertama mereka, ayah Yaqoob, Mullah Omar jarang muncul di depan umum dan foto-fotonya dilarang dimunculkan. Bahkan, ketika ulama bermata satu itu meninggal pada 2013, berita itu tidak dipublikasikan selama lebih dari dua tahun.

Baca: Sudah 3 Bulan Berkuasa, Tak Ada Negara yang Akui Pemerintahan Taliban

Tetapi sejak Taliban kembali berkuasa pada pertengahan Agustus setelah perang 20 tahun melawan pemerintah yang didukung AS, para menterinya telah mengambil peran publik dan politik yang lebih terbuka.

Acara yang disiarkan televisi itu memperlihatkan Yaqoob, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan Afghanistan yang baru, meminta pengusaha lokal untuk berinvestasi di rumah sakit dan klinik.

“Ayo keluarkan uang di sini, saudara-saudara pengusaha harus datang ke sini untuk membangun rumah sakit, klinik, dokter juga harus datang ke sini,” kata Yaqoob, di rumah sakit militer Sardar Mohammad Dawood Khan di Kabul, seperti dilaporkan Al Arabiya, Rabu (27/10/2021).

Baca: Bersitegang dengan Taliban, China Bantu Tajikistan Bangun Pos Dekat Afghanistan

Sektor kesehatan Afghanistan telah hancur akibat perang dan ekonomi Afghanistan terhenti sejak kembalinya Taliban, yang masih berada di bawah sanksi internasional. Imbasnya, ribuan orang mencari perawatan di luar negeri. Kondisi ini menambah kekacauan di perbatasan, karena warga lainnya juga berupaya melarikan diri dari kekuasaan Taliban.

Yaqoob pernah menjadi Kepala Komisi Militer yang kuat dan mendapat manfaat dari aura status mendiang ayahnya dalam gerakan tersebut. Namun, posisi paling senior dalam pemerintahan baru jatuh ke tangan rekan-rekan Omar, termasuk Perdana Menteri Mohammad Hassan Akhund dan wakilnya Abdul Ghani Baradar.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Bukan Gelora E, Bukan...
Bukan Gelora E, Bukan Seres: E5 Plus Jadi Taruhan Terbesar DFSK Sepanjang Sejarah
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Meningkat, Pengikut...
Meningkat, Pengikut Taliban di Facebook Naik Dua Kali Lipat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved