PM Inggris: Tidak akan Ada Lagi Lockdown karena Covid-19

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 16:20 WIB
loading...
PM Inggris: Tidak akan...
PM Inggris Boris Johnson. FOTO/Reuters
A A A
LONDON - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan, penguncian baru di Inggris karena COVID-19 tidak akan terjadi. Pihaknya akan bertindak lebih awal dengan langkah-langkah yang lebih ringan untuk mengurangi jumlah kasus yang meningkat. Langkah ini diyakini akan mengurangi kebutuhan akan pembatasan yang lebih ketat.

Pemerintah Johnson mengaku belum perlu memperkenalkan "Rencana B" yang mencakup kewajiban mengenakan masker, perintah bekerja dari rumah, dan paspor vaksin, meskipun langkah-langkah tersebut dapat diterapkan jika lebih banyak orang tidak mengajukan vaksin dan booster COVID-19.

Baca: Hati-Hati, Mutasi COVID dari Inggris, India dan Afrika Selatan Sudah Masuk Indonesia

Sebelumnya, pemerintah Inggris telah membatalkan persyaratan hukum untuk kewajiban memakai masker. Namun, Jonson mengatakan, masker tetap harus dipakai di ruang terbatas, terutama saat bertemu orang asing.

Seperti dilaporkan kantor berita Reuters, Jumat (22/10/2021), Johnson membatalkan pembatasan akibat pandemi Corona di Inggris pada musim panas. Ia juga mengatakan, bahwa sementara jumlah kasus meningkat, trennya sejalan dengan apa yang diharapkan.

Dia mengatakan sebelumnya, bahwa penyebaran vaksin yang meluas tahun ini berarti bahwa hubungan antara kasus dan kematian telah terganggu, berbeda dengan tahap pandemi sebelumnya.

Baca: Vaksin Covid-19 Astrazeneca Disebut Efektif Melawan Varian Virus Inggris
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Serangan Rudal Iran...
Serangan Rudal Iran Hantam Pangkalan Militer di Yordania, Korban Jiwa Tentara AS Bertambah
Houthi Blokade Pelabuhan...
Houthi Blokade Pelabuhan Saudi, Ini Respons Keras Riyadh
Rekomendasi
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
Asal Usul Nama Surat...
Asal Usul Nama Surat Al-Baqarah: Kisah Sapi Betina yang Mengungkap Misteri Pembunuhan
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Infografis
Sudah Ada di Indonesia,...
Sudah Ada di Indonesia, Kenali Gejala Covid-19 Varian Omicron XBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved