YouTuber Ini Usik Suku Paling Terasing di Dunia, Ulahnya Dicap Ceroboh dan Bodoh
Sabtu, 12 April 2025 - 16:30 WIB
loading...
Masyarakat Sentinel, suku paling terasing di dunia yang mendiami Pulau Sentinel Utara di Samudra Hindia. YouTuber Mykhailo Viktorovych Polyakov telah mengusik mereka. Foto/via NDTV
A
A
A
JAKARTA - Mykhailo Viktorovych Polyakov, seorang YouTuber Amerika Serikat-Ukraina, telah mengusik kehidupan masyarakat Sentinel—suku paling terasing di dunia yang mendiami Pulau Sentinel Utara di Samudra Hindia.
Upayanya untuk menjalin kontak dengan sukuSentinel justru dinilai menimbulkan ancaman baru bagi suku tersebut. Sebuah organisasi yang mengadvokasi masyarakat adat menyebut ulah Polyakov "ceroboh dan bodoh".
Polyakov menjadi orang luar terbaru yang mencoba dan melakukan kontak dengan suku Sentinel setelah mengunjungi Pulau Sentinel Utara bulan lalu.
Pria berusia 24 tahun itu meninggalkan sekaleng Coca-Cola dan sebiji kelapa di tepi pantai sebagai persembahan perdamaian bagi suku paling terisolasi di dunia itu. Namun kedua barang itu diabaikan.
Baca Juga: Sentinel Utara, Pulau Tanpa Agama dan Paling Terisolasi di Bumi
Beberapa hari setelah kunjungannya pada 31 Maret, dia ditangkap oleh Departemen Investigasi Kriminal (CID) India karena memasuki pulau itu tanpa izin apa pun.
Perjalanan dalam jarak 5,5 km dari pulau itu dilarang oleh pemerintah India pada tahun 1956, dan wilayah itu dibatasi sebagai cagar suku. Ini untuk melindungi penduduk asli dari penyakit luar dan untuk melestarikan cara hidup mereka.
Survival International, sebuah kelompok yang mengadvokasi hak-hak masyarakat adat, menggambarkan suku Sentinel sebagai "masyarakat adat paling terisolasi di dunia" yang tinggal di sebuah pulau seukuran Manhattan.
Diperkirakan hanya ada sekitar 150 orang Sentinel.
Direktur Survival International Caroline Pearce mengutuk tindakan Polyakov, dengan mengatakan bahwa YouTuber tersebut tidak hanya membahayakan nyawanya sendiri, tetapi juga membahayakan nyawa seluruh suku Sentinel.
"Sudah diketahui umum sekarang bahwa masyarakat yang tidak memiliki kontak dengan orang lain tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit umum dari luar seperti flu atau campak, yang dapat memusnahkan mereka sepenuhnya," kata Pearce dalam sebuah pernyataan.
"Suku Sentinel telah menyatakan keinginan mereka untuk menghindari orang luar dengan sangat jelas selama bertahun-tahun—saya yakin banyak yang ingat insiden tahun 2018 di mana seorang misionaris Amerika, John Allen Chau, dibunuh oleh mereka setelah mendarat di pulau mereka untuk mencoba mengubah agama mereka menjadi Kristen."
Upayanya untuk menjalin kontak dengan sukuSentinel justru dinilai menimbulkan ancaman baru bagi suku tersebut. Sebuah organisasi yang mengadvokasi masyarakat adat menyebut ulah Polyakov "ceroboh dan bodoh".
Polyakov menjadi orang luar terbaru yang mencoba dan melakukan kontak dengan suku Sentinel setelah mengunjungi Pulau Sentinel Utara bulan lalu.
Pria berusia 24 tahun itu meninggalkan sekaleng Coca-Cola dan sebiji kelapa di tepi pantai sebagai persembahan perdamaian bagi suku paling terisolasi di dunia itu. Namun kedua barang itu diabaikan.
Baca Juga: Sentinel Utara, Pulau Tanpa Agama dan Paling Terisolasi di Bumi
Beberapa hari setelah kunjungannya pada 31 Maret, dia ditangkap oleh Departemen Investigasi Kriminal (CID) India karena memasuki pulau itu tanpa izin apa pun.
Perjalanan dalam jarak 5,5 km dari pulau itu dilarang oleh pemerintah India pada tahun 1956, dan wilayah itu dibatasi sebagai cagar suku. Ini untuk melindungi penduduk asli dari penyakit luar dan untuk melestarikan cara hidup mereka.
Survival International, sebuah kelompok yang mengadvokasi hak-hak masyarakat adat, menggambarkan suku Sentinel sebagai "masyarakat adat paling terisolasi di dunia" yang tinggal di sebuah pulau seukuran Manhattan.
Diperkirakan hanya ada sekitar 150 orang Sentinel.
Direktur Survival International Caroline Pearce mengutuk tindakan Polyakov, dengan mengatakan bahwa YouTuber tersebut tidak hanya membahayakan nyawanya sendiri, tetapi juga membahayakan nyawa seluruh suku Sentinel.
"Sudah diketahui umum sekarang bahwa masyarakat yang tidak memiliki kontak dengan orang lain tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit umum dari luar seperti flu atau campak, yang dapat memusnahkan mereka sepenuhnya," kata Pearce dalam sebuah pernyataan.
"Suku Sentinel telah menyatakan keinginan mereka untuk menghindari orang luar dengan sangat jelas selama bertahun-tahun—saya yakin banyak yang ingat insiden tahun 2018 di mana seorang misionaris Amerika, John Allen Chau, dibunuh oleh mereka setelah mendarat di pulau mereka untuk mencoba mengubah agama mereka menjadi Kristen."
Lihat Juga :