Mengapa 6 Pesawat Pengebom Nuklir B-2 Amerika Serikat Muncul di Pulau Terpencil?

Sabtu, 12 April 2025 - 07:23 WIB
loading...
Mengapa 6 Pesawat Pengebom...
Citra satelit menunjukkan setidaknya enam pesawat pengebom B-2 berkemampuan nuklir Amerika Serikat muncul di Diego Garcia, pulau terpencil di Samudra Hindia. Foto/Planet Labs PBC
A A A
JAKARTA - Citra satelit menunjukkan setidaknya enam pesawat pengebom B-2 berkemampuan nuklir Amerika Serikat (AS) muncul di Diego Garcia, pulau terpencil di Samudra Hindia. Pesawat-pesawat berbahaya itu telah dikerahkan ke sana sejak Maret.

Mengutip laporan ABC News yang menganalisis citra satelit, langkah AS itu merupakan unjuk kekuatan terbaru yang ditujukan terhadap Iran dan kelompok Houthi Yaman. Kehadiran enam pesawat pengebom B-2 di Diego Garcia—sebuah pangkalan militer rahasia di Samudra Hindia—menjadikan mereka berada dalam jarak serang terhadap Iran dan Yaman.

Penumpukan pesawat-pesawat di pulau Diego Garcia—yang mencakup sedikitnya sepertiga dari armada pengebom siluman Angkatan Udara—menyelesaikan tiga tugas dengan satu langkah strategis, meningkatkan kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah tersebut, memungkinkan serangan berkelanjutan terhadap target di Yaman, dan mengirimkan pesan ke Iran, kata para pakar kepada ABC News.

Baca Juga: Ancaman Serang Iran Serius, Kapal Induk Nuklir AS Kedua Tiba di Timur Tengah

Citra satelit dari Planet Labs PBC yang dianalisis oleh ABC News menunjukkan setidaknya enam pesawat pengebom B-2 pada 1 April di landasan Fasilitas Dukungan Angkatan Laut Diego Garcia, pangkalan Angkatan Laut Inggris yang disewakan kepada AS di sebuah pulau terpencil di Samudra Hindia.

Pesawat itu tidak terlihat dalam gambar yang diambil pada 25 Maret, tetapi pada tanggal 29 Maret, setidaknya empat pesawat terlihat di landasan.

"Pergerakan pesawat ke Diego Garcia jelas mengirimkan sinyal kepada Iran tentang sejauh mana mereka dalam bahaya, dan sejauh mana keseriusan yang dirasakan pemerintahan Trump sehubungan dengan berbagai tuntutannya," kata Daryl Press, direktur Prakarsa Keamanan Global Dartmouth College.

Pentagon baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka dengan cepat memperluas jejaknya di Timur Tengah dengan mengirimkan USS Carl Vinson—sebuah kapal induk yang mampu meluncurkan jet tempur siluman F-35—ke wilayah tersebut sebagai tambahan terhadap kelompok penyerang kapal induk USS Harry S Truman, karena Trump telah meningkatkan retorikanya terhadap Iran.

Trump telah mengancam akan "mengebom dengan cara yang belum pernah mereka lihat sebelumnya" jika Iran terus mendukung kelompok Houthi di Yaman dan menolak untuk menghentikan program nuklir mereka.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, akan ada pengeboman," kata Trump dalam sebuah wawancara telepon dengan NBC News pada 30 Maret, satu hari setelah pesawat-pesawat pengebom mulai berkumpul di Diego Garcia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Berita Terkini
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved