Pria Bersenjata Serang Kamp Pengungsi Rohingya, 7 Orang Tewas
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 15:18 WIB
loading...
Pengungsi Rohingya direlokasi ke pulau Bhasan Char di distrik Noakhali, Bangladesh, 29 Desember 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
DHAKA - Pria bersenjata menyerang satu madrasah di kamp pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh-Myanmar, Jumat (22/10/2021). Tujuh orang dan beberapa orang lainnya terluka akibat serangan itu.
“Para penyerang menembak beberapa korban dan menikam orang yang lain dengan pisau,” ungkap seorang kepala polisi daerah.
Pembunuhan itu terjadi ketika ketegangan meningkat di kamp-kamp yang menampung lebih dari 900.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar, setelah seorang pemimpin komunitas Rohingya ditembak mati di luar kantornya tiga pekan lalu.
Baca juga: Pangeran Piano China Li Yundi Ditahan karena Sewa Pelacur, Penggemar Terkejut
Empat orang tewas seketika dalam serangan Jumat dan tiga orang lainnya meninggal di rumah sakit di kamp Balukhali. Polisi tidak mengatakan berapa banyak orang yang terluka.
Baca juga: IAEA Selidiki Keamanan dan Legalitas Kesepakatan Kapal Selam Nuklir Australia
“Kami menangkap satu penyerang segera setelah insiden itu,” papar Shihab Kaisar Khan, kepala wilayah batalyon polisi bersenjata Bangladesh.
Baca juga: Biden Mengaku Khawatir dengan Kemampuan Rudal Hipersonik China
“Pria tersangka pelaku penembakan ditemukan dengan pistol, enam butir amunisi dan pisau,” ungkap dia.
Banyak aktivis Rohingya bersembunyi sejak pembunuhan advokat hak asasi manusia Mohib Ullah oleh penyerang tak dikenal.
Beberapa aktivis menyalahkan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atas pembunuhan itu.
ARSA adalah kelompok militan di balik serangan terhadap pasukan keamanan Myanmar pada 2017 yang memicu tindakan keras militer Myanmar dan eksodus massal 740.000 Rohingya ke Bangladesh.
Pasukan bersenjata telah membantah tuduhan itu.
Aktivis mengatakan ada "iklim ketakutan" yang meningkat di kamp-kamp pengungsi Rohingya. Polisi mengatakan keamanan telah diperketat saat mereka menyelidiki penyebab penembakan terbaru.
“Para penyerang menembak beberapa korban dan menikam orang yang lain dengan pisau,” ungkap seorang kepala polisi daerah.
Pembunuhan itu terjadi ketika ketegangan meningkat di kamp-kamp yang menampung lebih dari 900.000 pengungsi Rohingya dari Myanmar, setelah seorang pemimpin komunitas Rohingya ditembak mati di luar kantornya tiga pekan lalu.
Baca juga: Pangeran Piano China Li Yundi Ditahan karena Sewa Pelacur, Penggemar Terkejut
Empat orang tewas seketika dalam serangan Jumat dan tiga orang lainnya meninggal di rumah sakit di kamp Balukhali. Polisi tidak mengatakan berapa banyak orang yang terluka.
Baca juga: IAEA Selidiki Keamanan dan Legalitas Kesepakatan Kapal Selam Nuklir Australia
“Kami menangkap satu penyerang segera setelah insiden itu,” papar Shihab Kaisar Khan, kepala wilayah batalyon polisi bersenjata Bangladesh.
Baca juga: Biden Mengaku Khawatir dengan Kemampuan Rudal Hipersonik China
“Pria tersangka pelaku penembakan ditemukan dengan pistol, enam butir amunisi dan pisau,” ungkap dia.
Banyak aktivis Rohingya bersembunyi sejak pembunuhan advokat hak asasi manusia Mohib Ullah oleh penyerang tak dikenal.
Beberapa aktivis menyalahkan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atas pembunuhan itu.
ARSA adalah kelompok militan di balik serangan terhadap pasukan keamanan Myanmar pada 2017 yang memicu tindakan keras militer Myanmar dan eksodus massal 740.000 Rohingya ke Bangladesh.
Pasukan bersenjata telah membantah tuduhan itu.
Aktivis mengatakan ada "iklim ketakutan" yang meningkat di kamp-kamp pengungsi Rohingya. Polisi mengatakan keamanan telah diperketat saat mereka menyelidiki penyebab penembakan terbaru.
(sya)
Lihat Juga :