IAEA Selidiki Keamanan dan Legalitas Kesepakatan Kapal Selam Nuklir Australia

Kamis, 21 Oktober 2021 - 10:08 WIB
loading...
IAEA Selidiki Keamanan...
Kapal selam tenaga nuklir milik Angkatan Laut AS berlabuh di dok kering pada 15 Maret 2012. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) membentuk tim untuk menyelidiki kesepakatan kapal selam nuklir AUKUS. Pengawas nuklir PBB itu memperingatkan pakta antara Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia meningkatkan kekhawatiran terjadinya perlombaan senjata.

Selama kunjungan ke Washington, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan tim khusus inspektur perlindungan yang sangat berpengalaman dan ahli hukum akan mempelajari implikasi keselamatan dan hukum dari kesepakatan kontroversial yang diumumkan bulan lalu.

Sesuai AUKUS, AS dan Inggris akan membantu Australia membangun armada kapal selam bertenaga nuklir. Kesepakatan itu juga akan fokus pada kemampuan militer dan dunia maya serta teknologi bawah laut lainnya.

Baca juga: Lawan Media Liberal, Trump Luncurkan Media Sosial Baru TRUTH Social

Pakta tersebut dipandang sebagai upaya melawan China yang mengkritik AUKUS sebagai “serius (merusak) perdamaian regional dan (mengintensifkan) perlombaan senjata.”

Baca juga: Biden Mengaku Khawatir dengan Kemampuan Rudal Hipersonik China

Grossi mengatakan “perjanjian khusus” dengan IAEA perlu dibuat untuk memastikan bahan dan teknologi yang diterima Australia “di bawah perlindungan”.

Baca juga: Filipina Marah Kapal Patrolinya Ditantang Kapal Beijing di Laut China Selatan

Meski demikian, prosedur yang tepat di mana IAEA dapat memastikan bahan bakar nuklir tidak dialihkan ke manufaktur senjata nuklir masih belum jelas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Sebut AS Penjaga Selat...
Sebut AS Penjaga Selat Hormuz, Trump Tuntut Tarif Rp 480 Miliar per Kapal Supertanker
Trump: Pemimpin Iran...
Trump: Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei 90% Telah Lenyap
Rekomendasi
Mensesneg Benarkan Kuntadi...
Mensesneg Benarkan Kuntadi Diusulkan Jadi Calon Jampidsus: Iya, Kalau Berdasarkan Suratnya
Eksepsi Ditolak Hakim,...
Eksepsi Ditolak Hakim, Richard Lee Langsung Minta Penahanannya Ditangguhkan
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Berita Terkini
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved