Profil Ryan Wesley Routh, Pelaku Upaya Penembakan Donald Trump di Florida pada September

Sabtu, 21 September 2024 - 19:15 WIB
loading...
Profil Ryan Wesley Routh,...
Ryan Wesley Routh berpartisipasi dalam rapat umum di pusat kota Kiev, Ukraina, Sabtu, 30 April 2022. Foto/AP/Efrem Lukatsky
A A A
WASHINGTON - Pria yang ditangkap terkait dengan apa yang disebut FBI sebagai percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Donald Trump memiliki catatan kriminal yang panjang. Tak hanya itu, baru-baru ini dia terobsesi dengan politik global, khususnya perang Rusia di Ukraina.

Tersangka, yang diidentifikasi pejabat setempat sebagai Ryan Wesley Routh, ditahan pada Minggu sore di Interstate 95 dekat West Palm Beach, Florida, setelah apa yang menurut pihak berwenang kemungkinan merupakan upaya pembunuhan terhadap Trump di klub golfnya. Ini akan menjadi serangan kedua terhadap Trump dalam sembilan pekan terakhir.

Secret Service mengatakan seorang agen yang ditempatkan satu lubang di depan Trump di Trump International Golf Club West Palm Beach melihat senapan mencuat dari pagar.

Tersangka yang memegang senapan itu bersembunyi di semak-semak sekitar 300 hingga 500 yard dari calon presiden dari Partai Republik itu.

Agen itu melepaskan tembakan ke Routh, tetapi Routh kabur dengan Nissan hitam, yang ditemukan oleh pihak berwenang di jalan raya beberapa saat kemudian, berkat informasi dari saksi mata.

Dia meninggalkan senapan yang terisi peluru beserta teropong dan kamera digital, ransel, dan kantong plastik berisi makanan, menurut pengaduan pidana yang dibuka.

“Routh tidak menembakkan senjatanya dan tidak melihat Trump dalam garis pandangnya," ungkap penjabat direktur Secret Service Ronald Rowe.

Pengaduan tersebut mengutip data telepon seluler yang menunjukkan Routh telah "berada di sekitar" lapangan golf selama sekitar 12 jam, dari pukul 01.59 ET hingga sekitar pukul 01.31 ET, ketika agen tersebut melihat senapan melalui pagar.

Pihak berwenang mengatakan tidak jelas berapa lama Routh, penduduk lama North Carolina yang terakhir tinggal di Hawaii, telah berada di Florida. Mereka yakin dia bertindak sendiri.

Routh telah didakwa atas kepemilikan senjata api sebagai penjahat dan kepemilikan senjata api dengan nomor seri yang dihapus.

Dalam penampilan pertamanya di ruang sidang federal West Palm Beach pada Senin pagi, Routh mengenakan pakaian penjara biru tua dan belenggu.

Dia tampak tenang dan penuh hormat serta bersemangat. Ia terlihat tertawa beberapa kali bersama pembela umum federalnya.

Hakim memberi tahu Routh bahwa dia memenuhi syarat untuk pembela umum federal karena "Anda memiliki sedikit atau tidak memiliki aset."

Routh mengatakan dia tidak memiliki dana dan tabungan, dan ia melaporkan penghasilan sebesar USD3.000 sepekan tetapi tidak menyebutkan sumbernya.

Dia mengaku memiliki dua truk di Hawaii dan membantu menghidupi putranya yang berusia 25 tahun.

Routh akan tetap ditahan hingga dakwaan pada tanggal 30 September.

Catatan publik, buku yang diterbitkan sendiri, dan wawancara sebelumnya telah menggambarkan pria berusia 58 tahun itu sebagai pendukung yang berubah menjadi pengkritik Trump.

Dia bersemangat membela Ukraina dalam perangnya dengan Rusia dan bahkan bepergian ke sana dengan harapan untuk ikut berperang.

Berikut ini adalah hal-hal yang diketahui tentangnya sejauh ini.

Punya Banyak Catatan Kriminal


Routh menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di North Carolina, sebelum pindah ke Hawaii dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman LinkedIn-nya mengatakan dia menempuh pendidikan teknik mesin di North Carolina Agricultural and Technical State University dari tahun 1995 hingga 1998.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Tegaskan Pelimpahan...
Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri Sah, Jamwas Kejagung: Pernah Dilakukan di Perkara Asabri
Dilantik Jadi Jampidsus,...
Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Janji Tuntaskan Kasus Besar hingga Evaluasi Perkara
Berita Terkini
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved