China: AS Harus Berhenti Menyeret Taiwan ke Dalam Perang

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 13:52 WIB
China: AS Harus Berhenti Menyeret Taiwan ke Dalam Perang
China menyerukan AS berhenti menyeret Taiwan ke dalam perang. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Komunitas internasional harus menyerukan Amerika Serikat (AS) untuk berhenti menyeret Taiwan ke dalam perang. Hal itu dikatakan oleh Duta Besar China untuk PBB Zhang Jun.

Pada awal Oktober, Wall Street Journal melaporkan bahwa Marinir AS dan pasukan operasi khusus telah diam-diam melatih tentara Taiwan setidaknya selama satu tahun. Itu dilakukan untuk mempertahankan diri dari kemungkinan agresi China.

Baca juga: Pasukan Khusus AS Diam-diam Latih Militer Taiwan sejak Tahun Lalu

China dalam beberapa hari terakhir mengirim hampir 150 pesawat militer ke dekat Taiwan sementara AS dan pasukan sekutu lainnya melakukan latihan di Laut China Selatan.



"Beberapa negara, khususnya AS, mengambil tindakan berbahaya, membawa situasi di Selat Taiwan ke arah yang berbahaya," kata Zhang saat jumpa pers.

"Pada saat ini, yang harus kita sebut adalah bahwa Amerika Serikat menghentikan praktik semacam itu. Menyeret Taiwan ke dalam perang, tentu saja, bukanlah kepentingan siapa pun," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (22/10/2021).

Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-cheng sebelumnya mengklaim bahwa Beijing mungkin mempertimbangkan untuk melakukan invasi skala penuh ke pulau itu pada tahun 2025. Pernyataan itu muncul setelah Beijing mengirim hampir 150 pesawat militer ke zona pertahanan udara Taiwan pada 1 Oktober.

Baca juga: Menhan Taiwan: China Mampu Gelar Invasi Skala Penuh pada 2025

Mengomentari latihan di dekat perbatasan dengan Taiwan, Kantor Urusan Taiwan China mengatakan awal pekan ini bahwa latihan militer Beijing bertujuan untuk menjaga kedaulatan nasionalnya dan mencegah campur tangan asing dalam hubungan antara daratan dan pulau itu.

China melihat Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri. Pulau itu telah diperintah secara independen dari daratan China sejak 1949 ketika sebuah partai nasionalis oposisi mundur ke sana selama perang saudara dan mendirikan pemerintahan.
(ian)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1351 seconds (10.101#12.26)