Pasukan Khusus AS Diam-diam Latih Militer Taiwan sejak Tahun Lalu
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 07:18 WIB
loading...
Para tentara militer Taiwan di sela-sela latihan anti-invasi di tengah gencarnya ancaman China. Foto/REUTERS
A
A
A
TAIPEI - Pasukan khusus dan Korps Marinir Amerika Serikat (AS) diam-diam telah melatih militer Taiwan selama lebih dari setahun terakhir. Langkah ini berpotensi memantik kemarahan China .
The Wall Street Journal (WSJ), dalam laporannya pada hari Kamis (7/10/2021), mengatakan sekitar dua lusin anggota layanan militer AS telah melatih Angkatan Darat dan Angkatan Laut Taiwan setidaknya selama satu tahun di tengah meningkatnya ancaman verbal China terhadap Taipei.
Baca juga: Kapal Selam Nuklir AS Tabrakan di Bawah Laut China Selatan
Laporan tersebut mengutip pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya. Kementerian Pertahanan Taiwan menolak mengomentarinya.
Pentagon tidak mengonfirmasi atau menyangkal laporan tersebut. Juru bicara Pentagon, John Supple, mengatakan dukungan AS untuk militer Taiwan diukur dari kebutuhan pertahanannya.
“Dukungan dan hubungan pertahanan kami dengan Taiwan tetap selaras melawan ancaman saat ini yang ditimbulkan oleh Republik Rakyat China,” kata Supple dalam sebuah pernyataan.
“Kami mendesak Beijing untuk menghormati komitmennya terhadap resolusi damai perbedaan lintas-Selat," paparnya, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (8/10/2021).
The Wall Street Journal (WSJ), dalam laporannya pada hari Kamis (7/10/2021), mengatakan sekitar dua lusin anggota layanan militer AS telah melatih Angkatan Darat dan Angkatan Laut Taiwan setidaknya selama satu tahun di tengah meningkatnya ancaman verbal China terhadap Taipei.
Baca juga: Kapal Selam Nuklir AS Tabrakan di Bawah Laut China Selatan
Laporan tersebut mengutip pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya. Kementerian Pertahanan Taiwan menolak mengomentarinya.
Pentagon tidak mengonfirmasi atau menyangkal laporan tersebut. Juru bicara Pentagon, John Supple, mengatakan dukungan AS untuk militer Taiwan diukur dari kebutuhan pertahanannya.
“Dukungan dan hubungan pertahanan kami dengan Taiwan tetap selaras melawan ancaman saat ini yang ditimbulkan oleh Republik Rakyat China,” kata Supple dalam sebuah pernyataan.
“Kami mendesak Beijing untuk menghormati komitmennya terhadap resolusi damai perbedaan lintas-Selat," paparnya, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (8/10/2021).
Lihat Juga :