Bolsonaro Didakwa Lakukan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan

Kamis, 21 Oktober 2021 - 03:36 WIB
loading...
Bolsonaro Didakwa Lakukan...
Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, didakwa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kebijakannya dalam menangani pandemi COVID-19. Foto/NBC
A A A
BRASILIA - Presiden Jair Bolsonaro didakwa telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh senat Brasil . Bolsonaro mengacaukan respons terhadap COVID-19 dan berkontribusi atas jumlah kematian yang tinggi.

Senator Brasil, Renan Calheiros, mempresentasikan proposal tersebut kepada komite Senat yang telah menghabiskan enam bulan untuk menyelidiki manajemen pandemi oleh pemerintah Brasil. Keputusan apakah akan mengajukan sebagian besar dakwaan akan diserahkan kepada jaksa agung Brasil, yang ditunjuk Bolsonaro dan sekutunya.

Dalam laporan hampir 1.200 halaman berdasarkan kerja komite, Calheiros menyerukan dakwaan Bolsonaro atas tuduhan mulai dari penipuan dan menghasut kejahatan hingga penyalahgunaan dana publik serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Dengan bersikeras untuk menggunakan obat pengobatan dini seperti obat antimalaria hydroxychloroquine sebagai satu-satunya kebijakan pemerintah untuk memerangi pandemi, Jair Bolsonaro sangat berkolaborasi untuk penyebaran COVID-19 di wilayah Brasil dan, dengan demikian, menunjukkan dirinya sebagai orang utama yang bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah federal selama pandemi,” bunyi laporan itu seperti dikutip dari AP, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Berseteru, Presiden Brazil Sebut Hakim Agung 'Anak Pelacur'

Calheiros, yang ditunjuk komite untuk menulis laporan itu, membacakan ringkasannya kepada komite Senat. Selain Bolsonaro, laporan tersebut merekomendasikan dakwaan untuk anggota pemerintahannya saat ini dan sebelumnya, puluhan sekutu, tiga putra presiden yang adalah politisi dan dua perusahaan.

"Komite mengumpulkan bukti yang banyak menunjukkan bahwa pemerintah federal diam dan memilih untuk bertindak secara non-teknis dan sembrono,” kata laporan itu.

Senator memperoleh ribuan dokumen dan mendengar kesaksian dari lebih dari 60 orang. Skandal terungkap, seperti Bolsonaro yang diduga menutup mata terhadap kemungkinan korupsi dalam kesepakatan untuk membeli vaksin virus Corona.

Menanggapi dakwaan itu, pemimpin sayap kanan Brasil tersebut berulang kali menyebut penyelidikan Senat sebagai instrumen politik yang bertujuan untuk menyabotase dirinya dan membantah telah melakukan kesalahan.

Baca juga: Brasil Catat Rekor Kematian COVID-19, Bolsonaro ke Warga: Berhenti Merengek!

“Kami tahu kami tidak bisa disalahkan atas apa pun. Kami tahu kami melakukan hal yang benar sejak saat pertama,” kata Bolsonaro.

Ia pun bersikukuh membenarkan penggunaan hydroxychloroquine untuk mengobati COVID-19 meskipun secara luas hasil penelitian menunjukkan obat itu tidak efektif dan berpotensi berbahaya. Ia bahkan menggambarkan pembelaannya itu sebagai peristiwa bersejarah.

“Saat itu, tidak ada yang tahu bagaimana mengobati penyakit ini dan saya memiliki keberanian, setelah mendengarkan banyak orang, terutama dokter, untuk mengajukan solusi yang mungkin,” ujarnya.

Kantor Jaksa Agung Augusto Aras menolak mengomentari hasil laporan tersebut. Analis mengatakan tidak jelas apakah Aras akan menuntut presiden bahkan jika ada alasan hukum untuk melakukannya, dan laporan itu jauh lebih mungkin menghambat dorongan Bolsonaro untuk terpilih kembali pada 2022 daripada menjadikannya terdakwa di ruang sidang.

“Dampak utama dari investigasi adalah politik, karena menghasilkan banyak berita yang pasti akan digunakan oleh ahli strategi kampanye tahun depan,” kata Thiago de Aragao, direktur strategi di perusahaan konsultan politik Arko Advice.

Baca juga: Bolsonaro Sebut Orang yang Divaksinasi COVID-19 Bisa Menjadi 'Buaya'
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
Berita Terkini
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved