Bersiap Hadapi Situasi Perang, 300 Perawat Militer China Latihan Pendaratan di Pulau

Rabu, 20 Oktober 2021 - 07:20 WIB
loading...
Bersiap Hadapi Situasi Perang, 300 Perawat Militer China Latihan Pendaratan di Pulau
Ilustrasi latihan militer perawat China. FOTO/China Military
A A A
BEIJING - Militer China dilaporkan tengah melatih perawat militernya untuk mempersiapkan mereka menghadapi situasi pertempuran. Pelatihan yang diberikan termasuk pendaratan di pulau, menggunakan simulator perahu dan menangani situasi medis, seperti infus intravena dan perawatan luka.

Menurut sebuah laporan oleh South China Morning Post, Selasa (19/10/2021), Tentara Pembebasan Rakyat mempersiapkan lebih dari 300 perawat dari sebuah rumah sakit militer dalam latihan simulasi putaran pertama yang dilaporkan telah berlangsung dari Juli tahun lalu hingga Februari tahun ini.

Baca: Beijing Bangga Film Tentara China Kalahkan AS dalam Perang Jadi yang Terlaris

“Dalam latihan ini, para perawat memberikan obat melalui jalur intravena dalam suasana yang hampir gelap selama skenario pertempuran malam hari di laut dengan gelombang 2 meter,” sebut pernyataan Pasukan Gabungan Dukungan Logistik.

“Tidak akan ada cukup cahaya dan gelombang turbulen di lingkungan pertempuran ketika menyeberangi laut dan mendarat di sebuah pulau, yang membuatnya berisiko untuk melakukan infus intravena, tetapi juga mempengaruhi perawatan lanjutan bagi yang terluka dan sakit,” jelas laporan tersebut.

Laporan itu mengutip sebuah makalah yang diterbitkan oleh Jurnal Medis Militer China Tenggara berbahasa Mandarin, yang mengutip sebuah tim yang dipimpin oleh Jiao Wei dari pasukan Pendukung Logistik.

Baca: China: AS Jadikan Ancaman Rudal Hipersonik Alasan Ekspansi Militer

“Dalam peperangan modern berbasis informasi, penyelamatan dan evakuasi medis laut ditantang oleh lingkungan yang lebih kompleks. Pelatihan simulasi dapat menciptakan kembali lingkungan kapal sampai batas tertentu, sehingga staf perawat dapat beradaptasi dengan lingkungan khusus di laut,” jelasnya.

Karena pelatihan dilakukan pada siang hari, para perawat diharuskan memakai kacamata untuk menghalangi cahaya. Dalam kegelapan, perawat harus mengandalkan sentuhan untuk menemukan vena di lengan pasien untuk menyuntikkan obat.

Mereka juga harus memberikan obat-obatan saat berada di atas simulator kapal yang bergerak dan bergoyang. Awalnya, sepertiga dari total perawat gagal menyelesaikan tugas. Namun, setelah tiga hari mengikuti pelatihan latihan militer, tingkat kesalahan perawat turun menjadi sekitar sepersepuluh dari waktu, tambah laporan itu.

Baca: China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Pilih Bungkam

Pelatihan tersebut dianggap tidak memuaskan, meskipun efektif, menurut tim. Sebab, waktu rata-rata yang dihabiskan oleh perawat untuk memasukkan infus dan memberikan obat yang berpotensi menyelamatkan jiwa di bawah keamanan adalah sekitar enam menit. Durasi ini dianggap belum cukup cepat.

Latihan militer juga mengharuskan perawat untuk bekerja di bawah tekanan suara tembakan, kebisingan mekanis, cuaca buruk dan penyakit laut selama situasi militer yang sebenarnya. Ini bisa menjadi bagian dari pelatihan di masa depan, tambah laporan itu.
(esn)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1524 seconds (11.97#12.26)