10 Alasan Rusia Tidak Mungkin Kalah Melawan Ukraina

Senin, 07 April 2025 - 18:00 WIB
loading...
10 Alasan Rusia Tidak...
Militer Rusia memamerkan persenjataannya. Foto/irna
A A A
MOSKOW - Perang antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada kejelasan kapan akan berakhir.

Meski demikian, banyak pihak memprediksi Rusia yang akan muncul sebagai pemenangnya.

Berikut ini penjelasan mendalam mengenai berbagai alasan mengapa Rusia dianggap sebagian pengamat tidak mungkin kalah dalam konflik melawan Ukraina, dilihat dari berbagai sudut pandang strategis, militer, ekonomi, geopolitik, dan sejarah.

Perlu dicatat ini bukan bentuk dukungan terhadap perang atau kekerasan, melainkan kajian analitis dari faktor-faktor yang dianggap membuat Rusia sangat sulit dikalahkan dalam konflik ini.

1. Kekuatan Militer Konvensional Rusia


Rusia adalah pewaris utama kekuatan militer Uni Soviet, dengan salah satu angkatan bersenjata terbesar dan paling berpengalaman di dunia.

Beberapa faktor utama mencakup:

Skala dan jumlah personel: Rusia memiliki lebih dari satu juta personel militer aktif dan cadangan dalam jumlah besar. Ukraina memiliki pasukan yang kuat, namun secara kuantitas tetap kalah jauh.

Sistem senjata canggih: Rusia memiliki gudang senjata yang luas, termasuk artileri berat, tank (seperti T-90), jet tempur (Su-35, Su-57), dan sistem pertahanan udara (S-400).

Industri pertahanan domestik: Rusia mampu memproduksi sebagian besar peralatan perangnya sendiri tanpa tergantung pada impor, berbeda dengan Ukraina yang sangat tergantung pada bantuan luar negeri.

2. Kekuatan Nuklir


Salah satu alasan paling kuat mengapa Rusia dianggap "tidak mungkin kalah" adalah karena ia memiliki arsenal nuklir terbesar di dunia.

Rusia memiliki sekitar 6.000 hulu ledak nuklir, dan kemampuan meluncurkannya melalui berbagai platform: ICBM (Intercontinental Ballistic Missiles), SLBM (Submarine-Launched Ballistic Missiles), dan Bomber strategis.

Ancaman penggunaan senjata nuklir, meskipun secara etis dan moral sangat dikecam, tetap menjadi alat tawar yang sangat kuat dalam geopolitik.

NATO dan Amerika Serikat (AS) sangat berhati-hati agar tidak memprovokasi Rusia hingga titik yang bisa memicu eskalasi nuklir.

3. Dukungan Domestik dan Ketahanan Politik


Presiden Vladimir Putin telah mengkonsolidasikan kekuasaan dalam negeri secara efektif. Dukungan terhadap "operasi militer khusus" di Ukraina telah dipupuk melalui kontrol media dan narasi nasionalisme. Di sisi lain:

Tidak adanya oposisi politik kuat: Banyak tokoh oposisi ditangkap atau dibungkam.

Kontrol terhadap informasi publik: Pemerintah Rusia mengontrol media utama dan platform online, sehingga membentuk opini publik sesuai kebijakan negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Kapal Pesiar Supermewah...
Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
19 Orang Tewas dalam...
19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba
Rekomendasi
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved