Elon Musk Peringatkan Pembantaian Nyata di Eropa Barat

Senin, 07 April 2025 - 15:39 WIB
loading...
Elon Musk Peringatkan...
Miliarder dan pejabat pemerintah AS Elon Musk. Foto/irna
A A A
FLORENCE - Miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk memperingatkan banjir imigran telah menciptakan risiko lonjakan terorisme di Eropa Barat, yang ditandai dengan pembunuhan massal yang meluas.

Menurut data dari Badan Suaka Uni Eropa (EUAA), lebih dari 500.000 permohonan suaka diajukan di blok tersebut pada paruh pertama tahun 2024, hampir sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sekitar 24% diajukan di Jerman, diikuti oleh Italia dan Spanyol dengan masing-masing 17%.

Dalam pidato videonya di kongres partai sayap kanan Italia Lega Nord (Liga Utara) di Florence pada hari Minggu, CEO Tesla dan SpaceX itu mengatakan, "Migrasi massal adalah hal yang gila."

“Dengan adanya terorisme, pada akhirnya kita akan melihat pembunuhan massal di Eropa. Teman-teman Anda, keluarga Anda, mereka semua akan berada dalam risiko. Kita melihat peningkatan besar dalam jumlah serangan di Italia dan di Eropa, secara umum, dan media mencoba mengurangi dampak dari serangan ini. Kita akan melihat pembunuhan massal di Eropa. Ini adalah trennya... Ini akan mengarah pada pembantaian nyata di Eropa,” ujar Musk.

“Masuknya orang asing dengan budaya yang berbeda akan menyebabkan kehancuran negara mana pun yang mengizinkannya, ini adalah situasi yang sangat sulit,” tegas dia, seperti dikutip surat kabar Corriere della Sera.

“Ada 8 miliar orang di dunia. Jika sebagian kecil dari seluruh dunia tiba di negara berpenduduk 50 juta, itu akan mengubahnya menjadi negara yang berbeda,” jelas Musk.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
Fosil T-Rex Gus Terjual...
Fosil T-Rex Gus Terjual Rp902 Miliar, Jadi Fosil Dinosaurus Termahal dalam Lelang
Rekomendasi
Raja Adat dan Sultan...
Raja Adat dan Sultan Bali Temui KSP di Istana, Minta Prabowo Segera Realisasikan Bandara Bali Utara
Sering Mengantuk Habis...
Sering Mengantuk Habis Makan? Coba 3 Trik Sederhana Ini untuk Jinakkan Gula Darah
Pigai Usul Sertifikat...
Pigai Usul Sertifikat HAM Jadi Syarat Naik Pangkat, Polri Buka Suara
Berita Terkini
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved