Mengenal Dormice, Hewan Sejenis Tikus Makanan Kesukaan Mafia Italia

Minggu, 17 Oktober 2021 - 06:29 WIB
loading...
Mengenal Dormice, Hewan Sejenis Tikus Makanan Kesukaan Mafia Italia
Dormice merupakan makanan kesukaan mafia Italia. Foto/REUTERS
A A A
REGGIO CALABRIA - Polisi yang melakukan penggerebekan narkoba di satu lahan perkebunan ganja di Italia selatan telah menyita 235 ekor dormice beku. Dormice merupakan hewan pengerat mirip tikus yang menjadi makanan kesukaan mafia.

Setelah menemukan lebih dari 700 tanaman ganja, polisi menggeledah bangunan luar dan menemukan kandang dormice dan lemari es yang penuh dengan bangkai hewan itu.

Tiga orang di lokasi itu ditangkap. Kelompok satwa liar mengatakan dormice panggang disajikan untuk menghormati gangster berpangkat tinggi di perjamuan yang diselenggarakan klan mafia Ndrangheta Calabria yang kuat.

Baca juga: Polisi Italia Tangkap Pengedar Dormice, Santapan Favorit Mafia

Pemburu liar secara ilegal menjebak spesies yang sebagian besar dilindungi itu pada malam hari di hutan perbukitan Aspromonte dan menjualnya ke para mafia dan restoran, menurut organisasi perlindungan satwa liar Italia Lipu.

Baca juga: Lebih Dari Sekedar Kedai Kopi, Agen CIA Pakai Starbucks untuk Pertemuan



Polisi mengatakan dormice ditemukan pada Sabtu (16/10/2021) setelah pencarian di lahan pertanian di Reggio Calabria, diperluas ke reruntuhan terdekat dan properti lainnya.

Baca juga: Israel Ungkap Pembayaran yang Dilakukan pada Kolaborator Palestina

“Bos Ndrangheta, ayah baptis dan pemimpin klan, membuat keputusan terpenting mereka di depan sepiring dormice,” ungkap laporan surat kabar Italia Il Corriere della Sera.

Dormice yang dapat dimakan adalah makanan lezat di era Roma kuno. Mereka digemukkan di kandang sebelum dibunuh, dikuliti dan diisi dengan daging babi cincang, kacang pinus giling dan bawang putih, lalu dipanggang.

Hewan itu masih dimakan di Kroasia dan Slovenia. Klan Ndrangheta adalah salah satu kelompok kriminal terkaya di dunia, yang beroperasi dari Calabria di Italia selatan.

Selama bertahun-tahun, mereka telah membawa kokain dari Amerika Latin dan ganja dari Afrika Utara ke Eropa.
(sya)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2337 seconds (11.252#12.26)