Polisi Norwegia Periksa Kejiwaan Tersangka Serangan Panah Maut

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:54 WIB
loading...
Polisi Norwegia Periksa...
Pelaku serangan teror di Norwegia, Espen Andersen Brathen. Foto/Sky News
A A A
OSLO - Otoritas keamanan di Norwegia telah menyerahkan tersangka serangan panah maut kepada ahli medis yang akan menilai kesehatan mentalnya.

Pengadilan Norwegia akan memutuskan berapa lama Espen Andersen Brathen, seorang warga negara Denmark berusia 37 tahun dan seorang mualaf, dapat ditahan.

Penyelidik mengatakan dia telah mengakui serangan mematikan pada hari Rabu di Kongsberg, sebuah kota 68km sebelah barat Ibu Kota Oslo. Serangan itu menewaskan empat wanita dan seorang pria.

Para korban, yang tampaknya ditargetkan secara acak, berusia antara 50 dan 70 tahun. Tiga orang lainnya, termasuk seorang polisi yang sedang tidak bertugas, terluka. Pihak berwenang mengatakan itu tampaknya merupakan aksi teror .

Baca juga: Polisi Norwegia Tetapkan Serangan Panah Maut Sebagai Aksi Teroris

Seorang pengacara polisi mengatakan bahwa Brathen akan diperiksa oleh psikiater. Kepala dinas keamanan PST Hans Sverre Sjovold mengatakan tersangka telah masuk dan keluar dari sistem kesehatan selama beberapa waktu.

Penuntut telah meminta Brathen ditahan selama empat minggu, dua minggu pertama dalam isolasi. Jika psikiater menentukan bahwa dia sakit mental, dia bisa dikurung di perawatan psikiatri daripada menghadapi kemungkinan hukuman penjara seperti dikutip dari BBC, Jumat (15/10/2021).

Serangan itu pertama kali dilaporkan pada Rabu malam. Polisi menghadapi pria itu enam menit kemudian, tetapi dia menembakkan beberapa anak panah ke arah mereka dan melarikan diri.

Polisi melepaskan tembakan peringatan ketika dia akhirnya ditangkap, tetapi tidak jelas apakah petugas bersenjata ketika mereka pertama kali menemukan tersangka. Polisi Norwegia biasanya tidak membawa senjata - senjata disimpan di kantor polisi atau di mobil patroli mereka. Dia akhirnya ditangkap sekitar 30 menit kemudian.

Baca juga: Ternyata Polisi Norwegia Telah Diperingatkan Serangan Maut Menggunakan Panah

"Pembunuhan terjadi selama waktu itu," kata polisi.

Brathen tercatat pernah menjalani hukuman sebelumnya dan perintah penahanan karena mengancam akan membunuh seorang kerabat. Polisi telah berbicara dengannya tentang radikalisasinya. Dia telah memposting video yang mengeluarkan "peringatan" dan menyatakan keyakinannya.

Warga sangat terguncang oleh serangan tersebut.

Bendera dikibarkan setengah tiang pada hari Kamis sementara bunga dan tanda peringatan lainnya ditempatkan di alun-alun utama Kongsberg.

Serangan itu adalah yang paling mematikan di Norwegia sejak ekstremis sayap kanan Anders Behring Breivik membunuh 77 orang, kebanyakan dari mereka remaja, di pulau Utoya pada Juli 2011.

Baca juga: 5 Tewas dalam Serangan Panah di Norwegia, Pria Denmark Jadi Tersangka
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
Imbas Norwegia Larang...
Imbas Norwegia Larang Jual Rudal Canggih, Kapal Perang Malaysia seperti Harimau Tanpa Taring
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Pakai Uang Pribadi,...
Pakai Uang Pribadi, Raja Salman Undang 1.000 Muslim Seluruh Dunia Umrah termasuk Indonesia
Rekomendasi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved