Imbas Norwegia Larang Jual Rudal Canggih, Kapal Perang Malaysia seperti Harimau Tanpa Taring

Jum'at, 29 Mei 2026 - 09:42 WIB
loading...
Imbas Norwegia Larang...
LCS kelas Maharaja Lela Angkatan Laut Malaysia terkena imbas keputusan Norwegia yang tiba-tiba mencabut izin ekspor rudal canggih NSM ke Malaysia. Foto/Naval Technology
A A A
KUALA LUMPUR - Para analis mengatakan keputusan Norwegia yang melarang menjual Naval Strike Missile (NSM) untuk Malaysia dapat menyebabkan hambatan lebih lanjut dalam proyek modernisasi Angkatan Laut negara tetangga Indonesia tersebut. Salah satu analis menggambarkan langkah negara NATO itu bisa membuat kapal perang Malaysia seperti "harimau tanpa taring".

Larangan itu akan menghambat kemampuan Angkatan Laut Malaysia dalam melawan kapal-kapal yang melanggar zona ekonomi eksklusif (ZEE)-nya di Laut China Selatan.

Baca Juga: Negara NATO Ini Tiba-tiba Larang Jual Rudal Canggih ke Malaysia, PM Anwar Ibrahim Marah

Angkatan Laut Malaysia telah menghabiskan lebih dari satu dekade menunggu kapal tempur pesisir (LCS/Landing Craft Ship) barunya, upgrade andalan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kehadirannya di perairan yang diperebutkan.

Sengketa mengenai NSM yang dibangun oleh Kongsberg Defence & Aerospace Norwegia muncul setelah Oslo mencabut izin ekspornya ke Malaysia. Padahal Kuala Lumpur mengaku telah membayar sekitar 95 persen dari kontrak senilai €126 juta (USD146,4 juta) untuk sistem rudal tersebut.

Malaysia kini sedang mempertimbangkan tawaran pengganti dari beberapa negara, di mana Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin mengatakan pada hari Minggu lalu bahwa prioritas pemerintah adalah menemukan sistem yang tidak akan memaksa perancangan ulang kapal yang sudah dalam pembangunan dengan biaya mahal.

“Sejauh ini, ada tiga hingga empat negara yang telah mengajukan tawaran,” kata Khaled kepada kantor berita Bernama selama kunjungannya ke Turki, di mana dia mengatakan pertemuan telah diadakan antara pejabat Malaysia dan beberapa pihak untuk mencari pengganti yang sesuai.

“Kami mengadakan pertemuan, terutama dengan Angkatan Laut, untuk memberikan solusi, dan Angkatan Laut tentu akan melakukan evaluasi terhadap keempat tawaran ini sebelum diajukan kepada pemerintah,” katanya.

Khaled mengatakan Malaysia akan menilai proposal berdasarkan kepercayaan, biaya, waktu pengiriman, dan apakah modifikasi kapal besar akan diperlukan.

This Week in Asia telah menghubungi Khaled untuk menjelaskan lebih lanjut tentang keempat tawaran tersebut dan belum menerima tanggapan.

Norwegia telah membela pencabutan izin ekspor NSM sebagai bagian dari kontrol yang lebih ketat terhadap teknologi pertahanan yang sensitif, dengan mengatakan: “Ekspor beberapa teknologi pertahanan yang dikembangkan Norwegia yang paling sensitif akan dibatasi untuk sekutu dan mitra terdekat kami”.

“Sangat disayangkan bahwa hal ini berdampak pada Malaysia,” kata Kementerian Luar Negeri Norwegia, seperti dikutipAssociated Press pada 15 Mei.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
KJRI Johor Bahru Bantu...
KJRI Johor Bahru Bantu Biayai Deportasi 90 PMI dari Malaysia ke Batam
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Iran Tolak Negosiasi...
Iran Tolak Negosiasi dengan AS saat Ini, Fokus Perang
Rekomendasi
MUI Jatim Haramkan Penyalahgunaan...
MUI Jatim Haramkan Penyalahgunaan Vape, Berikut Penjelasannya
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Ungkap Banyak Kejanggalan,...
Ungkap Banyak Kejanggalan, Munarman Minta KY dan MA Awasi Sidang Banding MNC Asia Vs CMNP
Berita Terkini
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Infografis
China Klaim Rudal Naga...
China Klaim Rudal Naga Api 480 Mampu Tenggelamkan Kapal Perang AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved