4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia

Senin, 01 Juni 2026 - 01:10 WIB
loading...
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
Malaysia marah aats pembatalan kesepakatan rudal dengan Norwegia. Foto/X
A A A
KUALA LUMPUR - Malaysia mengkritik "keheningan yang memekakkan telinga" dari negara-negara besar pada hari Minggu terkait runtuhnya kesepakatan dengan Norwegia untuk sistem rudal angkatan laut, dengan mengatakan bahwa hal itu "mengirimkan pesan berbahaya" tentang integritas kontrak internasional.

Kedua negara telah terlibat dalam perselisihan diplomatik bulan ini sejak Norwegia mencabut persetujuan ekspor untuk teknologi tertentu.

Oslo mengatakan langkah tersebut tidak sengaja menargetkan Malaysia, tetapi Kuala Lumpur masih menuntut kompensasi lebih dari US$251 juta dari perusahaan Norwegia yang terlibat dalam kesepakatan tersebut.

4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan KesepakatanPembelian Rudal dengan Norwegia

1. Protes Keputusan Sepihak Norwegia

Menteri Pertahanan Malaysia Mohamed Khaled Nordin mengecam kurangnya reaksi keras dari negara-negara lain terhadap "keputusan sepihak Norwegia" di forum pertahanan utama di Singapura.

"Tidak ada kekhawatiran serius yang diangkat tentang integritas kontrak atau akuntabilitas. Keheningan yang memekakkan telinga ini mengirimkan pesan berbahaya bahwa beberapa negara sama sekali berada di atas pengawasan," katanya dalam Dialog Shangri-La, dilansir CNA.



Mohamed Khaled mengkritik apa yang disebutnya standar ganda dalam penerapan hukum internasional di antara "negara berkembang" dan "negara-negara kuat atau sekutu mereka", menambahkan bahwa Malaysia sekarang sedang berbicara dengan "mitra sejati" untuk membeli sistem rudal tersebut.

2. Eksklusivitas NATO

Berbicara kepada CNA di sela-sela forum pertahanan pada hari Minggu, Menteri Pertahanan Norwegia Tore O Sandvik mengatakan keputusan itu dibuat karena "situasi keamanan baru dan pembatasan untuk peralatan militer sensitif dari Norwegia".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Dembele Ukir Hat-trick...
Dembele Ukir Hat-trick Tercepat Kedua dalam Sejarah Piala Dunia
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved