Inggris Berencana Tingkatkan Kehadiran Militernya di Laut China Selatan

Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:20 WIB
loading...
Inggris Berencana Tingkatkan...
Kelompok tempur kapal induk Inggris, HMS Queen Elizabeth. Foto/Ilustrasi
A A A
SINGAPURA - Inggris berencana untuk meningkatkan kehadirannya di Laut China Selatan (LCS) yang diperebutkan dan kawasan Indo-Pasifik . Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara Inggris, Marsekal Mike Wigston.

Berbicara di atas kapal induk HMS Queen Elizabeth milik Angkatan Laut Inggris yang berlabuh di Singapura , Wigston mengatakan bahwa akan ada pengerahan "drum" yang lebih teratur.

"Itu akan dimanifestasikan baik dalam apa yang Anda lihat dariAngkatan Lautdan Angkatan Udara Kerajaan," katanya.

Baca juga: Polisi Inggris Hentikan Penyelidikan Kejahatan Seks Pangeran Andrew

"Selain pengerahan lebih banyak aset militer, peningkatan keterlibatan akan datang dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana," tambah Wigston seperti dikutip dari CNBC, Selasa (12/10/2021).

Kelompok tempur Angkatan Laut Inggris, yang dipimpin oleh kapal induk HMS Queen Elizabeth senilai USD3,9 miliar, sedang dalam penyebaran perdananya selama 28 minggu di seluruh dunia dalam proyeksi kekuatan.

Komisaris Tinggi Inggris untuk Singapura, Kara Owen, menambahkan bahwa dua kapal perang Angkatan Laut Inggris baru saja transit melalui Terusan Panama dan menuju ke perairan Asia. Ini mengikuti pengumuman pada bulan Juli untuk secara permanen menugaskan dua kapal perang di wilayah tersebut.

"Ambisi kami adalah untuk mengambil kehadiran yang lebih gigih di sini daripada negara lain mana pun dari (Eropa)," katanya di atas kapal berbobot 65.000 ton itu.

Baca juga: Bawa Jet Tempur Siluman F-35, Kapal Induk Inggris Singgah di Dekat Indonesia

Sebelumnya, kapal-kapal dari kelompok tempur Kapal Induk Inggris berpartisipasi dalam latihan yang menandai peringatan 50 tahun Pengaturan Pertahanan Lima Kekuatan dengan Singapura, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru.

Penempatan ini juga dilakukan ketika Inggris berusaha untuk menandatangani lebih banyak kesepakatan perdagangan di seluruh dunia setelah kepergiannya dari Uni Eropa.

Pada bulan Juni, Inggris memulai negosiasi untuk bergabung dengan aliansi perdagangan bebas Asia Pasifik yang lebih luas yang dikenal sebagai Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik.

Baca juga: Taliban Tuntut Ganti Rugi Perang Afghanistan kepada Inggris
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Momen Haru di Wisuda...
Momen Haru di Wisuda Unesa, Ibu Terima Ijazah Putrinya yang Wafat Sebelum Kelulusan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved