Taliban Tolak Kerja Sama dengan AS untuk Perangi ISIS

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 21:50 WIB
loading...
Taliban Tolak Kerja...
Taliban menolak bekerja sama dengan AS untuk memerangi ISIS. Foto/Ilustrasi
A A A
KABUL - Taliban mengesampingkan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk memerangi kelompok-kelompok ekstremis di Afghanistan . Hal itu ditegaskan jelang pembicaraan langsung pertama antara Taliban dengan AS sejak Amerika menarik diri dari negara itu pada Agustus.

Juru bicara politik Taliban Suhail Shaheen mengatakan kepada The Associated Press bahwa tidak akan ada kerja sama dengan Washington untuk mengejar afiliasi kelompok ISIS yang semakin aktif di Afghanistan. ISIS bertanggung jawab atas sejumlah serangan, termasuk bom bunuh diri yang menewaskan 46 minoritas Syiah dan melukai puluhan lainnya saat mereka salat di masjid.

“Kami dapat mengatasi Daesh secara independen,” kata Shaheen, ketika ditanya apakah Taliban akan bekerja dengan AS untuk menahan afiliasi ISIS. Dia menggunakan akronim bahasa Arab untuk ISIS seperti dikutip dari ABC News, Sabtu (9/10/2021).

Baca juga: AS dan Taliban Tatap Muka Pertama Kali sejak Amerika Hengkang dari Afghanistan

ISIS telah melakukan serangan tanpa henti terhadap kelompok minoritas Syiah di negara itu sejak muncul di Afghanistan timur pada tahun 2014. ISIS juga dipandang sebagai ancaman terbesar bagi AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Zelensky Kirim Surat...
Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang
Rekomendasi
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Berita Terkini
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved