Waspada! Penyakit Menular Baru Disebabkan Virus Ditemukan di Jepang

Rabu, 06 Oktober 2021 - 08:12 WIB
loading...
Waspada! Penyakit Menular...
Petugas medis memeriksa pasien di ruang gawat darurat di satu rumah sakit di Jepang. Foto/REUTERS
A A A
TOKYO - Satu jenis virus yang sebelumnya tidak diketahui mampu menginfeksi manusia telah ditemukan oleh para ilmuwan di Jepang . Virus bernama Yezo itu terkait patogen penyebab demam berdarah Krimea-Kongo dan penyakit domba Nairobi.

Menurut laporan RT.com pada Selasa (5/10/2021), kasus pertama yang dilaporkan melibatkan virus baru ini tercatat di Jepang pada 2019.

Saat itu, seorang pria berusia 41 tahun dirawat di rumah sakit dengan demam dan nyeri kaki setelah menderita gigitan kutu saat berjalan-jalan di hutan di pulau Hokkaido, Jepang.

Baca juga: Virus Baru yang Disebabkan dari Gigitan Kutu Ditemukan di Jepang

Pria itu berhasil keluar dari rumah sakit setelah dua pekan perawatan. Dia dites negatif untuk semua virus tick-borne yang diketahui saat itu.

Baca juga: Mossad Culik Jenderal Suriah, Diinterogasi untuk Lacak Lokasi Tentara Israel Ron Arad

Para peneliti dari Universitas Hokkaido, termasuk Dr Keita Matsuno, ahli virologi di Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis universitas, kemudian menganalisis sampel darah pasien dan menemukan virus baru.

Baca juga: Jaringan Informan CIA Runtuh, Banyak yang Dibunuh, Ditangkap atau Jadi Agen Ganda

Tim mempresentasikan hasil penelitiannya di jurnal Nature Communications pada akhir September.

Virus baru itu ternyata menjadi bagian dari keluarga 15 spesies yang disebut nairoviruses, empat di antaranya dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Salah satu nairovirus diketahui menyebabkan demam berdarah Krimea-Kongo, yang bermanifestasi sebagai nyeri otot, diare, dan pendarahan pada kulit, yang berpotensi menyebabkan gagal hati dan kematian.

Virus baru itu tampaknya paling dekat hubungannya dengan virus Sulina dan virus Tamdy, masing-masing ditemukan di Rumania dan Uzbekistan.

Virus Tamdy menyebabkan demam akut di China dalam beberapa tahun terakhir, menurut penelitian yang diterbitkan pada 2020.

Virus Yezo baru dapat menyebabkan suhu tinggi hingga 39 derajat Celcius, serta mengurangi jumlah trombosit darah dan sel darah sementara atau leukosit yang bertugas melindungi tubuh manusia dari agen infeksi seperti bakteri dan virus.

Para peneliti kemudian menganalisis sampel darah dari beberapa pasien lain dengan gejala yang sama mulai dari 2014.

“Sekitar tujuh orang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang sejak 2014, tetapi, sejauh ini, tidak ada kematian yang dikonfirmasi,” ungkap Matsuno, dilansir RT.com pada Selasa (5/10/2021).

Para ilmuwan juga berusaha menemukan sumber virus. Mereka menemukan RNA virus Yezo hadir dalam tiga spesies kutu utama di seluruh pulau Jepang utara.

Antibodi terhadap virus juga ditemukan pada rusa dan rakun yang menghuni daerah tersebut.

Sekarang para peneliti percaya bahwa pengujian untuk penyakit baru di luar Hokkaido adalah yang paling penting.

Tim berencana melacak potensi penyebaran virus secara nasional pada manusia dan hewan.

“Semua kasus infeksi virus Yezo yang kami ketahui sejauh ini tidak menyebabkan kematian, tetapi kemungkinan besar penyakit itu ditemukan di luar Hokkaido, jadi kami perlu segera menyelidiki penyebarannya,” ungkap mereka.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Anggap China Jadi Ancaman,...
Anggap China Jadi Ancaman, Menhan Jepang: Kita Hadapi Tantangan Baru
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Sultan Jepang Bangun...
Sultan Jepang Bangun Sirkuit Ala Formula 1 Rp3,2 Triliun Khusus untuk Istri dan Anak
Bagaimana Jepang, Korea...
Bagaimana Jepang, Korea Selatan dan Taiwan Tanggapi Pertemuan Trump-Xi?
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved