Cerita Pilu Sniper Pasukan Khusus Afghanistan Dieksekusi Taliban

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 13:23 WIB
loading...
Cerita Pilu Sniper Pasukan...
Noor (tengah), sniper pasukan khusus militer pemerintah terguling Afghanistan yang dieksekusi Taliban. Foto/Mail Online
A A A
KABUL - Pasukan Taliban telah mengeksekusi seorang sniper pasukan khusus pemerintah terguling Afghanistan . Korban merupakan tentara yang dididik sekaligus jadi sekutu pasukan khusus Inggris selama perang di negara itu.

Sebelum pemerintah Afghanistan yang didukung Barat runtuh, Noor, 29, telah menjadi anggota pasukan khusus militer yang dikenal sebagai pasukan CF333. Namun, dia tidak diselamatkan dalam evakuasi udara dari bandara Kabul setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban.

Baca juga: Saksi Mata: AS Buang Mayat Osama bin Laden ke Laut Itu Konyol

Saudaranya, Shakar Chi, 36, menceritakan kisah pilu adiknya yang dieksekusi pasukan Taliban.

Shakar, yang juga bekerja bersama pasukan khusus Inggris, berhasil dievakuasi ke Inggris.

Dia menceritakan kepada The Times, yang dilansir Jumat (1/10/2021), bahwa Noor telah menunggu berhari-hari untuk penerbangan evakuasi dari Kabul. Namun, pada akhirnya ditolak karena dia tidak memegang paspor Inggris.

Shakar—yang merupakan nama samaran—, naik pesawat pada 27 Agustus 2021 dan dijanjikan oleh seorang anggota tentara Inggris bahwa Noor dan keluarganya juga akan berada dalam penerbangan dalam waktu 24 jam.

Namun, keesokan harinya pada tanggal 28 Agustus 2021, hari penerbangan evakuasi terakhir berangkat dari bandara Kabul, Shakar berbicara kepada saudaranya melalui telepon yang mengungkapkan bahwa dia tidak mendapat tempat duduk karena tidak ada kapasitas.

Noor, kata Shakar, mengatakan kepadanya bahwa dia telah dikeluarkan dari hotel Baron, yang digunakan oleh diplomat dan militer Inggris untuk memproses mereka yang memenuhi syarat untuk terbang ke Inggris.

Noor mengatakan melalui telepon bahwa seorang tentara Inggris mengatakan: "Ada begitu banyak orang di sini dengan paspor merah [Inggris]. Kami tidak dapat membawa lebih banyak orang dalam penerbangan. Kami tidak memiliki kapasitas apa pun."

"Itulah sebabnya mereka mengusir saya," kata Shakar, menirukan ucapan Noor sebelum dibunuh Taliban.

Lima belas hari kemudian, Noor dilacak oleh pasukan Taliban ke rumah saudara perempuannya di tepi Ibu Kota Afghanistan, Kabul, dan dibunuh.

Baca juga: Heboh, Pasukan Khusus AS Diserang Ninja saat Latihan

Dia ditembak tiga kali di dada dan sekali lagi saat dia terbaring di tanah oleh dua pria bersenjata dari kelompok Taliban.

Noor ditembak mati, sementara istri dan lima anaknya—yang semuanya masih di bawah sembilan tahun—berada di pintu masuk rumah.

Kementerian Pertahanan (MOD) Inggris, melalui seorang juru bicaranya, mengatakan: "Kami menyadari situasi selama Operation Pitting sangat sulit bagi semua yang terlibat, dan personel Inggris bekerja dalam situasi yang bergerak cepat dan kompleks untuk mengevakuasi ribuan orang di Kabul."

MOD menambahkan bahwa mereka tidak memiliki catatan aplikasi dalam kasus Noor, dan dipahami bahwa Noor tidak secara resmi mengajukan permohonan untuk datang ke Inggris di bawah skema Kebijakan Relokasi dan Bantuan Afghanistan (ARAP) pemerintah.

Pembunuhan itu memicu keterkejutan dan kemarahan dari anggota militer Inggris, di mana mantan Kolonel Ash Alexander-Cooper, OBE, seorang komandan operasi spesialis SAS, menulis dalam tweet: "Bagi para pemimpin yang masih tidak yakin, ini bukan permainan, 'N' dieksekusi oleh Taliban dengan darah dingin hanya beberapa jam yang lalu. Kejahatannya? Tahun layanan setia dan profesional, dibimbing oleh unit Inggris."

"Tidak ada amnesti. Ditinggalkan oleh kami, pembunuhan ini tidak akan menjadi yang terakhir," tulisnya.

“Ini adalah realitas Taliban 'baru',” kata Alexander-Cooper.

"Bicara tentang inklusivitas, keragaman, dan amnesti adalah lelucon dan beberapa orang menyukainya. Bangun," seru Alexander-Cooper.

Pembunuhan itu adalah satu dalam satu seri pembunuhan balas dendam oleh Taliban yang pergi dari rumah ke rumah berburu orang-orang yang bekerja dengan pasukan Barat.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved