Viral! China Bunuh Tiga Kucing Rumahan yang Dites Positif Virus Corona

Kamis, 30 September 2021 - 00:29 WIB
loading...
Viral! China Bunuh Tiga...
Tiga ekor kucing rumahan dibunuh karena positif COVID-19 di China. Foto/liu
A A A
BEIJING - Otoritas kota Harbin, utara China , membunuh tiga kucing rumahan yang dites positif COVID-19.

“Pihak berwenang mengatakan mereka membunuh kucing-kucing itu karena tidak ada pengobatan yang tersedia untuk hewan yang tertular virus corona dan mereka akan menempatkan pemiliknya dan penduduk sekitarnya dalam bahaya terinfeksi,” papar laporan Beijing News.

Pada 21 September, pemiliknya dinyatakan positif COVID-19 dan kemudian diisolasi setelah meninggalkan makanan dan air untuk ketiga kucing itu.

Baca juga: Kasus Baru dan Angka Kematian Akibat COVID-19 di Dunia Turun

Seorang petugas kesehatan kemudian memberikan tes virus corona kepada kucing-kucing tersebut. Tes kembali positif dua kali.

Baca juga: Jenderal AS Sebut Perang 20 Tahun di Afghanistan Kegagalan Strategis

Pemiliknya, yang diidentifikasi sebagai Nona Liu, menerbitkan permohonan online untuk menyelamatkan nyawa kucing-kucing itu, tetapi ketiga kucing itu disuntik mati pada Selasa malam (28/9/2021).

Baca juga: Dua Jenderal Top AS Sudah Minta Biden Pertahankan 2.500 Tentara di Afghanistan

Sejak berita itu keluar, kasus ini menarik lebih dari 52.000 komentar.

Manusia dapat menularkan COVID-19 ke hewan dalam situasi di mana ada kontak dekat tetapi risiko hewan menyebarkan virus ke manusia "dianggap rendah" menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

COVID-19 telah dilaporkan di peternakan cerpelai di beberapa negara, termasuk kasus-kasus di mana diperkirakan manusia mungkin telah terinfeksi oleh hewan, yang mendorong pemusnahan massal cerpelai.

“Orang yang diduga atau dikonfirmasi COVID-19 harus menghindari kontak dengan hewan, termasuk hewan peliharaan, ternak, dan satwa liar,” papar CDC di situs webnya.

“Saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan memainkan peran penting dalam menyebarkan virus ke manusia,” ungkap CDC.

“Beberapa virus corona yang menginfeksi hewan dapat menyebar ke manusia dan kemudian menyebar di antara manusia, tetapi ini jarang terjadi. Inilah yang terjadi dengan SARS-CoV-2, yang kemungkinan berasal dari kelelawar,” papar CDC.

Teori bahwa virus corona ditularkan dari kelelawar ke manusia, kemungkinan melalui spesies perantara seperti trenggiling atau tikus bambu, telah sangat disukai para ilmuwan yang mempelajari asal-usul COVID-19, yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, China tengah, akhir tahun 2019.

Pembunuhan kucing adalah contoh dari tindakan yang kadang-kadang ekstrem yang diambil China untuk mengendalikan virus corona, bahkan ketika tingkat infeksi tetap jauh di bawah negara lain.

Penguncian, pemakaian masker, tes massal dan tingkat vaksinasi yang tinggi telah berperan dalam menekan infeksi baru virus corona.

Pada Rabu (29/9/2021), China daratan melaporkan hanya 11 kasus baru yang ditularkan secara lokal, delapan kasus di antaranya di Harbin dan tiga kasus di kota timur Xiamen, yang keduanya memiliki wabah baru-baru ini.

China saat ini memiliki 949 pasien yang dirawat karena COVID-19. China telah melaporkan 4.636 kematian akibat penyakit di antara total 96.106 kasus yang dilaporkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Rosan Roeslani: Dukungan...
Rosan Roeslani: Dukungan Prabowo Jadi Kunci Lahirnya Juara Dunia
Ruben Onsu Kesal Diawasi...
Ruben Onsu Kesal Diawasi Giorgio saat Bertemu Anak : Saya Ortu Kandungnya
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Berita Terkini
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Infografis
Profil Rafael Granada...
Profil Rafael Granada Baay, Putra Tidore yang Sandang Pangkat Bintang Tiga TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved