PM Pakistan Serukan Dialog Global Tentang Islamofobia

Minggu, 26 September 2021 - 22:02 WIB
loading...
PM Pakistan Serukan...
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyerukan upaya global untuk melawan gelombang Islamofobia. Foto/Ist
A A A
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menyerukan upaya global untuk melawan gelombang Islamofobia. Selain itu, untuk mengurangi ancaman Covid-19 dan resolusi untuk perselisihan yang masih ada di Kashmir.

Berbicara pada sesi ke-76 sesi Majelis Umum PBB di New York melalui tautan video, Khan meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk mengadakan dialog global melawan "kebangkitan Islamofobia" untuk menyelamatkan dunia dari jenis terorisme lain atas nama fenomena yang meningkat.

Dia lalu menuduh saingan lama India itu mengikuti bentuk Islamofobia terburuk dan paling luas dengan melepaskan ketakutan, dan kekerasan terhadap 200 juta komunitas Muslim India. Baca juga: Pakistan Ingatkan Taliban: Larangan Sekolah pada Wanita Afghanistan Tidak Islami

“Penganiayaan massa oleh penjaga sapi, pogrom yang sering terjadi, seperti yang terjadi di New Delhi tahun lalu,” ucap Khan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (29/9/2021).

“Undang-undang kewarganegaraan yang diskriminatif untuk membersihkan India dari Muslim dan kampanye untuk menghancurkan masjid di seluruh India, dan melenyapkan warisan dan sejarah Muslimnya, semua adalah bagian dari perusahaan kriminal ini," katanya.

Menyebut plebisit "bebas dan adil" di Jammu dan Kashmir yang disengketakan sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB atas perselisihan yang telah berlangsung lama itu sebagai satu-satunya cara untuk perdamaian "berkelanjutan" di Asia Selatan, Khan menegaskan kembali keinginan negaranya untuk berdamai dengan India.

Tetapi, dia meletakkan tanggung jawab untuk memulai kembali pembicaraan damai yang telah lama terhenti antara kedua tetangga di India. Baca juga: India dan Pakistan Saling Kecam, Sidang Umum PBB Berlangsung Panas
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Pakistan Dukung Peran...
Pakistan Dukung Peran China sebagai Mediator antara AS dan Iran
Respons Iran terhadap...
Respons Iran terhadap Proposal AS akan Dikirim ke Mediator Pakistan Hari Ini
Islamabad dan Ilusi...
Islamabad dan Ilusi Diplomasi Perang Iran 2026
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Bukan Hanya Rupiah,...
Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun
Rekomendasi
Lolos Final Indonesia...
Lolos Final Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Apresiasi Dukungan Badminton Lovers
Sarwendah Hapus Sejumlah...
Sarwendah Hapus Sejumlah Brand dari Bio Instagram, Ada Apa?
Berkas Sudah P21, Pakar:...
Berkas Sudah P21, Pakar: Tinggal Tunggu Penyidik Serahkan Roy Suryo dkk ke JPU
Berita Terkini
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved