Bos Huawei Bebas, China Lepaskan Dua Warga Kanada

Sabtu, 25 September 2021 - 12:01 WIB
loading...
A A A
Kovrig adalah mantan diplomat yang dipekerjakan oleh International Crisis Group, sebuah think tank yang berbasis di Brussels. Sedangkan Spavor adalah anggota pendiri sebuah organisasi yang memfasilitasi hubungan bisnis dan budaya internasional dengan Korea Utara (Korut).

Pasangan itu ditangkap atas tuduhan mata-mata, dan pada bulan Agustus tahun ini pengadilan China menghukum Spavor 11 tahun penjara karena spionase. Belum ada keputusan dalam kasus Kovrig.

Para kritikus menuduh China menahan mereka sebagai pembalasan atas penangkapan Meng, dan menggunakan mereka sebagai alat tawar-menawar politik. Beijing membantahnya dan bersikeras bahwa tuduhan itu sah.

Sebelumnya pada hari Jumat, seorang hakim Kanada memerintahkan pembebasan Meng Wanzhou, mantan kepala keuangan Huawei, setelah dia mencapai kesepakatan dengan jaksa AS atas tuduhan penipuan terhadapnya.

"Selama tiga tahun terakhir hidup saya telah terbalik," katanya kepada wartawan di luar gedung pengadilan Vancouver.

"Setiap awan memiliki lapisan perak," lanjutnya. "Saya tidak akan pernah melupakan semua harapan baik yang saya terima dari orang-orang di seluruh dunia," imbuhnya.

Baca juga: Lebih dari 2 Tahun Ditahan, Kanada Akhirnya Bebaskan Bos Huawei Meng Wanzhou

Sebelum penangkapannya, jaksa AS menuduh Meng melakukan penipuan, menuduh bahwa dia menyesatkan bank agar memproses transaksi untuk Huawei yang melanggar sanksi AS terhadap Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
Catat! Minggu 28 Juni...
Catat! Minggu 28 Juni 2026 Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Berita Terkini
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved