Erdogan Menantang AS, Keukeuh Lanjutkan Boyong S-400 Rusia
Sabtu, 25 September 2021 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Koalisi Sipil di Swiss Gelar Pengadilan Pelanggaran HAM Rezim Turki
Presiden Biden terakhir bertemu dengan Erdogan di Brussel Juni lalu. Pada saat itu, tampaknya ada peluang untuk terobosan dalam hubungan yang bermasalah. Erdogan mengatakan kepada CBS News bahwa Biden-lah yang memintanya untuk mempertimbangkan agar pasukan Turki menjalankan bandara di Kabul setelah penarikan AS. Itu adalah peluang kunci, dan Erdogan mengatakan dia terbuka dengan gagasan itu dengan syarat dukungan logistik dan keuangan.
“Ini termasuk dukungan keuangan dan peralatan, amunisi, kendaraan dan senjata di sana akan ditransfer kepada kami. Tetapi hal-hal seperti itu telah terjadi sehingga yang terjadi justru sebaliknya,” tutur Erdogan.
Penarikan pasukan AS dan caranya yang kacau membuat pasukan NATO juga berebut. Turki, yang memiliki tentara terbesar kedua di NATO, juga menarik diri dari negara itu.
"Artileri, amunisi, senjata dan kendaraan di bandara Karzai semuanya dipindahkan ke Taliban, dan Taliban saat ini menggunakan semua senjata itu dan semua kendaraan itu, dan kita harus melihat semua fakta ini apa adanya," dia berkata.
Sejak Taliban menguasai Afghanistan, baik Qatar dan Turki telah menawarkan untuk memberikan dukungan teknis kepada pemerintah baru mereka agar bandara mereka tetap beroperasi. Itu memberi Turki kesempatan untuk menjadi perantara kekuasaan dan pada dasarnya memberi Taliban jalur kehidupan ke seluruh dunia. Erdogan mengatakan bahwa pada titik ini, tidak ada kesepakatan untuk bekerja dengan Taliban.
Dalam sebuah wawancara yang akan ditayangkan pada "Face the Nation" hari Minggu, Erdogan memaparkan apa yang dia gambarkan sebagai persyaratan untuk melakukan bisnis dengan Taliban.
Baca juga: Turki Disebut Frustrasi dengan Taliban, Enggan Akui Pemerintahannya
Presiden Biden terakhir bertemu dengan Erdogan di Brussel Juni lalu. Pada saat itu, tampaknya ada peluang untuk terobosan dalam hubungan yang bermasalah. Erdogan mengatakan kepada CBS News bahwa Biden-lah yang memintanya untuk mempertimbangkan agar pasukan Turki menjalankan bandara di Kabul setelah penarikan AS. Itu adalah peluang kunci, dan Erdogan mengatakan dia terbuka dengan gagasan itu dengan syarat dukungan logistik dan keuangan.
“Ini termasuk dukungan keuangan dan peralatan, amunisi, kendaraan dan senjata di sana akan ditransfer kepada kami. Tetapi hal-hal seperti itu telah terjadi sehingga yang terjadi justru sebaliknya,” tutur Erdogan.
Penarikan pasukan AS dan caranya yang kacau membuat pasukan NATO juga berebut. Turki, yang memiliki tentara terbesar kedua di NATO, juga menarik diri dari negara itu.
"Artileri, amunisi, senjata dan kendaraan di bandara Karzai semuanya dipindahkan ke Taliban, dan Taliban saat ini menggunakan semua senjata itu dan semua kendaraan itu, dan kita harus melihat semua fakta ini apa adanya," dia berkata.
Sejak Taliban menguasai Afghanistan, baik Qatar dan Turki telah menawarkan untuk memberikan dukungan teknis kepada pemerintah baru mereka agar bandara mereka tetap beroperasi. Itu memberi Turki kesempatan untuk menjadi perantara kekuasaan dan pada dasarnya memberi Taliban jalur kehidupan ke seluruh dunia. Erdogan mengatakan bahwa pada titik ini, tidak ada kesepakatan untuk bekerja dengan Taliban.
Dalam sebuah wawancara yang akan ditayangkan pada "Face the Nation" hari Minggu, Erdogan memaparkan apa yang dia gambarkan sebagai persyaratan untuk melakukan bisnis dengan Taliban.
Baca juga: Turki Disebut Frustrasi dengan Taliban, Enggan Akui Pemerintahannya
(ian)
Lihat Juga :