Terungkap, 407 Truk Bantuan Tidak Kembali dari Tigray yang Dilanda Perang

Jum'at, 17 September 2021 - 22:03 WIB
loading...
Terungkap, 407 Truk...
Ratusan truk bantuan berderet untuk menuju Tigray, Ethiopia. Foto/REUTERS
A A A
TIGRAY - Ratusan truk bantuan belum kembali dari wilayah Tigray yang dilanda perang di Ethiopia . Hilangnya ratusan truk itu adalah “hambatan utama” untuk meningkatkan respons kemanusiaan.

Pernyataan itu diungkapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (17/9/2021).

Pengungkapan dari Program Pangan Dunia (WFP) PBB datang di tengah meningkatnya kekhawatiran kematian warga karena kelaparan di Tigray.

Baca juga: Putin Tegaskan Rusia Perlu Bekerja Sama dengan Taliban

PBB sebelumnya memperkirakan 400.000 orang menghadapi kondisi seperti kelaparan di Tigray.

Baca juga: Australia Tak Terima Dituduh Prancis Menikam dari Belakang

“Sejak 12 Juli, sebanyak 445 truk non-WFP yang dikontrak telah memasuki Tigray, tetapi hanya 38 truk yang kembali,” papar juru bicara WFP Gemma Snowdon.

Baca juga: Telikung Proyek Kapal Selam Australia, Prancis Samakan Biden dengan Trump

Itu artinya masih ada 407 truk yang belum kembali dari misi pengiriman bantuan tersebut.

“Saat ini, kejadian itu adalah hambatan utama untuk memindahkan bantuan kemanusiaan ke Tigray. Kami tidak dapat mengumpulkan konvoi dengan ukuran yang signifikan karena kurangnya truk,” ujar Snowdon.

“Kami terus bekerja dengan para pengangkut dan otoritas lokal di Tigray untuk truk yang akan dikembalikan,” papar dia.

“WFP tidak memiliki informasi tentang di mana truk itu atau untuk apa truk itu digunakan,” ungkap Snowdon.

Tigray telah terperosok dalam konflik sejak November ketika Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan untuk menggulingkan partai penguasa regional, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Langkah itu menurut Ahmed dilakukan sebagai tanggapan atas serangan TPLF di kamp-kamp tentara.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2019 itu menjanjikan kemenangan cepat, tetapi TPLF merebut kembali sebagian besar Tigray termasuk ibu kotanya Mekele pada Juni dan Abiy kemudian mengumumkan gencatan senjata kemanusiaan.

Namun PBB mengatakan Tigray tetap berada di bawah "blokade de facto" dan telah memperingatkan "malapetaka yang mengancam" karena pertempuran telah berlarut-larut dan menyebar ke wilayah tetangga.

Pihak berwenang Ethiopia dan pemberontak Tigray saling menyalahkan karena menghalangi konvoi kemanusiaan yang berusaha mencapai Tigray.

Akun Twitter pemerintah pada Kamis merujuk pada “kecurigaan bahwa TPLF menyita truk-truk itu untuk logistik sendiri.”

Namun juru bicara TPLF Getachew Reda mengutip kendala yang dihadapi para pengemudi saat memasuki Tigray dari wilayah tetangga Afar. Dia menambahkan situasi di Afar "tidak ada hubungannya" dengan para pejabat Tigray.

"Para pengemudi truk yang ditugaskan PBB mengeluh tentang ketersediaan bahan bakar, masalah (keamanan), pelecehan di pos pemeriksaan, terdampar di Afar selama berbulan-bulan, dan lainnya," tweet dia di Twitter.

Seorang pejabat kemanusiaan di Tigray, berbicara dengan syarat anonim, mengatakan banyak pengemudi truk adalah warga Tigray dan telah menghadapi pelecehan bermotif etnis di pos pemeriksaan saat menuju ke wilayah konflik tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved