PBB Peringatkan Kemungkinan Penderitaan yang Lebih Besar di Afghanistan

Kamis, 16 September 2021 - 12:48 WIB
loading...
PBB Peringatkan Kemungkinan...
Pengungsi Afghanistan berjalan kaki menuju perbatasan dengan Pakistan. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Afghanistan membutuhkan dukungan mendesak dan berkelanjutan dari masyarakat internasional untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih besar.

Peringatan itu diungkapkan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi tentang dampak global jika itu terjadi.

“Situasi kemanusiaan di Afghanistan tetap putus asa,” papar Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi setelah kunjungan tiga hari ke Afghanistan.

Baca juga: Video Viral! Taliban Temukan Rudal Balistik Buatan Soviet di Lembah Panjshir

“Jika layanan publik dan ekonomi runtuh, kita akan melihat penderitaan yang lebih besar, ketidakstabilan, dan perpindahan baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar dia pada Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Australia Bangun Kapal Selam Nuklir, Prancis dan China Beri Respons Keras

“Masyarakat internasional karena itu harus terlibat dengan Afghanistan, dan dengan cepat, untuk mencegah krisis kemanusiaan yang jauh lebih besar yang tidak hanya memiliki implikasi regional, tetapi juga global,” papar dia.

Baca juga: Prancis Marah Besar Ditelikung AS dalam Proyek Kapal Selam Nuklir Australia

Bahkan sebelum Taliban mengambil alih bulan lalu, Grandi mengatakan, lebih dari 18 juta warga Afghanistan, atau sekitar setengah dari populasi, membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Lebih dari 3,5 juta warga Afghanistan sudah mengungsi dari negara yang sedang berjuang melawan kekeringan dan pandemi COVID-19 itu.

Kemiskinan dan kelaparan telah meningkat sejak pengambilalihan Taliban.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan pada konferensi bantuan internasional pekan ini bahwa rakyat Afghanistan menghadapi "saat yang paling berbahaya".

Para donor pada konferensi tersebut menjanjikan dana lebih dari USD1,1 miliar untuk membantu Afghanistan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Kebakaran di Tambora...
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved