Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:30 WIB
loading...
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan senjata rapuh, Presiden AS Donald Trump dorong produksi massal. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan, dengan alasan “kapasitas produksi yang terbatas, rantai pasokan yang rapuh, ketergantungan jangka panjang, dan hambatan produksi terkait.”

“Dengan ini saya menemukan bahwa terdapat kondisi yang dapat menimbulkan ancaman langsung terhadap pertahanan nasional atau program kesiapannya,” kata Trump dalam memo kepada Pentagon.

Memo tertanggal 11 Juni 2026 menyatakan bahwa kendala sistemik dalam basis industri amunisi dapat mengganggu kemampuan AS untuk “memproduksi, mempertahankan, dan memperluas ketersediaan amunisi, rudal, dan peralatan yang dibutuhkan untuk pertahanan nasional.”

Memo tersebut memerintahkan kepala Pentagon Pete Hegseth untuk memberikan rencana tindakan untuk mengurangi masalah tersebut.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth membantah anggapan bahwa AS menghadapi krisis dengan persediaan amunisinya, meskipun sebelumnya bersaksi tahun ini bahwa mengisi kembali persediaan tersebut dapat memakan waktu "berbulan-bulan dan bertahun-tahun."

"Itu adalah cerita rekayasa yang ingin disebarkan media dan pada akhirnya persediaan kita sangat banyak, dan terus bertambah kuat," kata Hegseth di acara "Face the Nation with Margaret Brennan."

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Main Sinetron Stripping,...
Main Sinetron Stripping, Gisel Sempet Galau Pikirkan Gempi
Berita Terkini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved