Putra Osama bin Laden Malu dengan Kejahatan Ayahnya, Ingin Kunjungi Israel
Rabu, 15 September 2021 - 05:07 WIB
loading...
Putra pendiri al-Qaeda Osama bin Laden, Omar bin Laden (kiri) bersama istrinya, Zaina al-Sabah. Foto/REUTERS/Asmaa Waguih
A
A
A
PARIS - Omar bin Laden, 40, salah satu putra pendiri al-Qaeda Osama bin Laden , mengaku malu dengan kejahatan ayahnya. Omar juga berharap Israel segera berdamai dengan Palestina dan dia ingin mengunjungi negara Yahudi tersebut.
Omar diharapkan menjadi pewaris ayahnya dan mengambil kepemimpinan al-Qaeda, tetapi dia menolak tawaran itu. Dia mengatakan dia merasa "malu dan ngeri" terhadap kejahatan yang dilakukan ayahnya.
Baca juga: Taliban Eksekusi Sniper Pasukan Khusus Afghanistan Sekutu Militer Inggris
"Sulit bagi saya untuk percaya bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatur hal seperti itu," katanya tentang peran ayahnya dalam serangan 11 September 2001 terhadap Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York City, Pentagon di luar Washington, dan di lapangan terbuka di Shanksville, Pennsylvania.
"Hari itu mengubah hidup kami selamanya, dan sangat sulit untuk melanjutkan hidup setelahnya. Selama tahun-tahun kehilangan dan rasa sakit ini, saya dipaksa untuk menerima kebenaran tentang ayah saya," papar Omar, seperti dilansir dari Israel Hayom, Selasa (14/9/2021).
Omar diharapkan menjadi pewaris ayahnya dan mengambil kepemimpinan al-Qaeda, tetapi dia menolak tawaran itu. Dia mengatakan dia merasa "malu dan ngeri" terhadap kejahatan yang dilakukan ayahnya.
Baca juga: Taliban Eksekusi Sniper Pasukan Khusus Afghanistan Sekutu Militer Inggris
"Sulit bagi saya untuk percaya bahwa dia memiliki kemampuan untuk mengatur hal seperti itu," katanya tentang peran ayahnya dalam serangan 11 September 2001 terhadap Menara Kembar World Trade Center (WTC) di New York City, Pentagon di luar Washington, dan di lapangan terbuka di Shanksville, Pennsylvania.
"Hari itu mengubah hidup kami selamanya, dan sangat sulit untuk melanjutkan hidup setelahnya. Selama tahun-tahun kehilangan dan rasa sakit ini, saya dipaksa untuk menerima kebenaran tentang ayah saya," papar Omar, seperti dilansir dari Israel Hayom, Selasa (14/9/2021).
Lihat Juga :