Mossad Hancurkan Peralatan IAEA di Fasilitas Nuklir Karaj Iran
Selasa, 14 September 2021 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa dari batasan yang tak dipatuhi Iran termasuk batas maksimum kemurnian pengayaan uranium dan berat keseluruhan uranium yang disimpan Iran, serta kesepakatan yang memungkinkan inspektur IAEA mengakses fasilitas tertentu tanpa pengumuman inspeksi sebelumnya.
Grossi mengatakan dia tidak mengharapkan Iran kembali ke kepatuhan JCPOA sebelum pembicaraan dengan AS menghasilkan jalan bagi kedua negara untuk kembali ke kesepakatan secara keseluruhan.
Negosiasi telah membuat kemajuan yang lambat sejak dilanjutkan awal tahun ini di Wina, Austria, setelah Presiden AS Joe Biden menjabat.
Kepala IAEA tiba di Teheran pada akhir pekan lalu atas undangan pemerintahan baru Presiden Iran Ebrahim Raisi, konservatif yang dilantik bulan lalu.
Setelah pembicaraan pada Minggu (12/9) dengan kepala AEOI yang baru, Mohammad Eslami, kedua badan tersebut merilis pernyataan bersama yang mengatakan IAEA akan diizinkan memperbaiki peralatannya dan mengganti media penyimpanannya di lokasi nuklir Iran.
“Kartu memori disegel dan disimpan di Iran sesuai dengan rutinitas… Kartu memori baru akan dipasang di kamera. Itu adalah tren rutin dan alami dalam sistem pemantauan badan tersebut,” papar Esmaili.
Namun, dia tidak mengatakan apakah Teheran akan merilis salinan rekaman lama.
Grossi juga mengatakan Iran akan terus menolak akses IAEA ke data elektronik sejak 24 Februari, ketika negara itu membatasi kerjasamanya dengan IAEA, sampai kembalinya ke JCPOA dinegosiasikan.
Grossi mengatakan dia tidak mengharapkan Iran kembali ke kepatuhan JCPOA sebelum pembicaraan dengan AS menghasilkan jalan bagi kedua negara untuk kembali ke kesepakatan secara keseluruhan.
Negosiasi telah membuat kemajuan yang lambat sejak dilanjutkan awal tahun ini di Wina, Austria, setelah Presiden AS Joe Biden menjabat.
Kepala IAEA tiba di Teheran pada akhir pekan lalu atas undangan pemerintahan baru Presiden Iran Ebrahim Raisi, konservatif yang dilantik bulan lalu.
Setelah pembicaraan pada Minggu (12/9) dengan kepala AEOI yang baru, Mohammad Eslami, kedua badan tersebut merilis pernyataan bersama yang mengatakan IAEA akan diizinkan memperbaiki peralatannya dan mengganti media penyimpanannya di lokasi nuklir Iran.
“Kartu memori disegel dan disimpan di Iran sesuai dengan rutinitas… Kartu memori baru akan dipasang di kamera. Itu adalah tren rutin dan alami dalam sistem pemantauan badan tersebut,” papar Esmaili.
Namun, dia tidak mengatakan apakah Teheran akan merilis salinan rekaman lama.
Grossi juga mengatakan Iran akan terus menolak akses IAEA ke data elektronik sejak 24 Februari, ketika negara itu membatasi kerjasamanya dengan IAEA, sampai kembalinya ke JCPOA dinegosiasikan.
(sya)
Lihat Juga :