Mossad Hancurkan Peralatan IAEA di Fasilitas Nuklir Karaj Iran

Selasa, 14 September 2021 - 09:01 WIB
loading...
Mossad Hancurkan Peralatan...
Fasilitas penelitian nuklir Iran di Karaj. Foto/google maps
A A A
WINA - Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan serangan sabotase pada Juni terhadap fasilitas penelitian nuklir Iran di Karaj telah merusak beberapa peralatan IAEA.

Pernyataan itu diungkapkan Grossi saat konferensi pers pada Senin (13/9/2021).

Pada 23 Juni, media Iran melaporkan “serangan sabotase” terhadap fasilitas nuklir di Karaj oleh drone quadcopter, yang mereka katakan hanya menyebabkan kerusakan pada atap.

Baca juga: Hendak Kalahkan Hamas, Israel Usulkan Rencana Ekonomi untuk Keamanan Gaza

Tidak ada cedera pada staf atau peralatan lain karena tindakan pencegahan keamanan yang sudah ketat.

Baca juga: Tertunda Tiga Bulan, Sidang Kasus Korupsi Netanyahu Kembali Dilanjutkan

Pusat Penelitian Pertanian dan Kedokteran Nuklir Karaj adalah fasilitas sipil yang dioperasikan Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), tetapi laporan yang belum dikonfirmasi yang disebarkan media Israel menunjukkan serangan itu menargetkan situs rahasia untuk pembuatan sentrifugal yang digunakan untuk menyuling uranium.

Baca juga: Taliban Temukan 18 Batang Emas dan Uang Rp93 Miliar di Rumah Mantan Wapres Saleh

Teheran menyalahkan serangan itu pada dinas intelijen luar negeri Israel, Mossad, yang telah melakukan banyak operasi lain di dalam Iran.

Mossad juga dituduh sebagai dalang serangan siber April 2021 terhadap fasilitas pengayaan nuklir Natanz dan pembunuhan terhadap salah satu ilmuwan nuklir paling senior Iran Mohsen Fakhrizadeh pada November 2020.

“Kami masih perlu melihat tingkat kesenjangan dari data yang hilang,” papar Grossi pada Senin (13/9/2021) tentang serangan Karaj.

Dia mencatat bahwa belum jelas seberapa buruk serangan itu berdampak pada misi badan tersebut.

Insiden ini sangat ironis, karena Israel menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir dan laporan IAEA tentang kegiatan nuklir Iran dipuji sebagai alat pemantauan yang sangat diperlukan dari program nuklir Iran. Teheran telah membantah memiliki ambisi senjata nuklir.

IAEA yang bertanggung jawab kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, ditugaskan memantau kepatuhan Iran terhadap perjanjian internasional seperti Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015.

Kesepakatan itu menetapkan batasan ketat pada kualitas dan kuantitas bahan nuklir yang dapat diproduksi Iran.

Namun, Teheran berhenti menaati JCPOA setelah AS secara sepihak menarik diri pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi pencekik ekonomi yang telah dihapus sebagai bagian dari kesepakatan.

Beberapa dari batasan yang tak dipatuhi Iran termasuk batas maksimum kemurnian pengayaan uranium dan berat keseluruhan uranium yang disimpan Iran, serta kesepakatan yang memungkinkan inspektur IAEA mengakses fasilitas tertentu tanpa pengumuman inspeksi sebelumnya.

Grossi mengatakan dia tidak mengharapkan Iran kembali ke kepatuhan JCPOA sebelum pembicaraan dengan AS menghasilkan jalan bagi kedua negara untuk kembali ke kesepakatan secara keseluruhan.

Negosiasi telah membuat kemajuan yang lambat sejak dilanjutkan awal tahun ini di Wina, Austria, setelah Presiden AS Joe Biden menjabat.

Kepala IAEA tiba di Teheran pada akhir pekan lalu atas undangan pemerintahan baru Presiden Iran Ebrahim Raisi, konservatif yang dilantik bulan lalu.

Setelah pembicaraan pada Minggu (12/9) dengan kepala AEOI yang baru, Mohammad Eslami, kedua badan tersebut merilis pernyataan bersama yang mengatakan IAEA akan diizinkan memperbaiki peralatannya dan mengganti media penyimpanannya di lokasi nuklir Iran.

“Kartu memori disegel dan disimpan di Iran sesuai dengan rutinitas… Kartu memori baru akan dipasang di kamera. Itu adalah tren rutin dan alami dalam sistem pemantauan badan tersebut,” papar Esmaili.

Namun, dia tidak mengatakan apakah Teheran akan merilis salinan rekaman lama.

Grossi juga mengatakan Iran akan terus menolak akses IAEA ke data elektronik sejak 24 Februari, ketika negara itu membatasi kerjasamanya dengan IAEA, sampai kembalinya ke JCPOA dinegosiasikan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved