Siap Bekerja Sama, UE Tolak Akui Pemerintahan Taliban

Sabtu, 04 September 2021 - 00:10 WIB
loading...
Siap Bekerja Sama, UE...
Siap bekerja sama, Uni Eropa tolak akui pemerintahan Taliban di Afghanistan. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
BRUSSELS - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Taliban dengan syarat tertentu. Tetapi dia menekankan bahwa ini tidak berarti Brussels akan mengakui pemerintah baru di Afghanistan .

Berbicara pada konferensi pers pada hari Jumat, Borrell mengungkapkan bahwa blok tersebut siap untuk bekerja sama dengan kelompok itu untuk mendukung penduduk Afghanistan.

Bagaimanapun, Borrell menjelaskan bahwa dialog dengan Taliban tidak berarti pengakuan terhadap pemerintahnya, dan itu adalah keterlibatan operasional.

Keterlibatan seperti itu, bagaimanapun, akan meningkat tergantung pada kondisi tertentu dan bagaimana Taliban bertindak sebagai pemerintah. Borrell mengatakan bahwa Afghanistan tidak boleh berfungsi sebagai "basis ekspor terorisme ke negara lain.

Baca juga: Taliban Bersiap Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan di Istana Kabul

Bersamaan dengan persyaratan ini, UE harus melihat pembentukan pemerintahan transisi yang inklusif dan representatif yang menghormati hak asasi manusia, supremasi hukum, dan media. Akses gratis ke bantuan kemanusiaan juga merupakan keharusan.

Borrell menyatakan bahwa para pejabat di Kabul juga harus mengizinkan warga asing dan warga Afghanistan yang menghadapi penganiayaan untuk meninggalkan negara itu seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (4/9/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Ngeri, Mayat Korban...
Ngeri, Mayat Korban Kartel Digantung di Jembatan Meksiko Jelang Final Piala Dunia
Houthi Bakal Blokade...
Houthi Bakal Blokade Pelabuhan Saudi, Apa Dampaknya bagi Pasokan Energi Global?
Rekomendasi
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
Gojek–Grab Merger,...
Gojek–Grab Merger, Driver Tolak Keras dan Siap Lakukan Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved