Taliban Umumkan Pembentukan Pemerintah Baru pada 3 Agustus
Rabu, 01 September 2021 - 05:45 WIB
loading...
Pasukan Taliban berpatroli di dekat Bandara Kabul. Foto/REUTERS
A
A
A
KABUL - Taliban akan mengumumkan pembentukan pemerintah Afghanistan baru pada 3 Agustus tetapi komposisinya masih belum pasti sampai sekarang.
Sumber dari komisi militer Taliban mengatakan kabar itu kepada Sputnik pada 31 Agustus.
Sumber tersebut menambahkan, dengan syarat anonim, “Belum diketahui siapa yang akan menjadi bagian dari pemerintah dan apa formatnya.”
Baca juga: Video Viral, Taliban Berseragam Pasukan AS Kuasai Bandara Kabul
Gerakan itu sebelumnya berjanji menciptakan pemerintahan baru yang inklusif di Afghanistan dan menghormati keyakinan agama dan nilai-nilai spiritual semua warga Afghanistan.
Baca juga: Pertempuran Pecah di Lembah Panjshir, 8 Pasukan Taliban Meregang Nyawa
Pada 15 Agustus, Taliban menyelesaikan pengambilalihan mereka atas Afghanistan dengan memasuki Kabul, yang menyebabkan runtuhnya pemerintah sipil yang didukung AS.
Baca juga: Mesir Larang Buku-buku Ikhwanul Muslimin Masuk Masjid
Setelah peristiwa itu, sebagian besar negara mulai mengevakuasi warga dan staf diplomatik mereka, serta sekutu Afghanistan.
Kini semua negara menunggu pemerintahan baru Afghanistan. Dunia akan menilai apakah pemerintahan baru itu lebih inklusif atau sama saja dengan rezim Taliban di masa lalu.
Sumber dari komisi militer Taliban mengatakan kabar itu kepada Sputnik pada 31 Agustus.
Sumber tersebut menambahkan, dengan syarat anonim, “Belum diketahui siapa yang akan menjadi bagian dari pemerintah dan apa formatnya.”
Baca juga: Video Viral, Taliban Berseragam Pasukan AS Kuasai Bandara Kabul
Gerakan itu sebelumnya berjanji menciptakan pemerintahan baru yang inklusif di Afghanistan dan menghormati keyakinan agama dan nilai-nilai spiritual semua warga Afghanistan.
Baca juga: Pertempuran Pecah di Lembah Panjshir, 8 Pasukan Taliban Meregang Nyawa
Pada 15 Agustus, Taliban menyelesaikan pengambilalihan mereka atas Afghanistan dengan memasuki Kabul, yang menyebabkan runtuhnya pemerintah sipil yang didukung AS.
Baca juga: Mesir Larang Buku-buku Ikhwanul Muslimin Masuk Masjid
Setelah peristiwa itu, sebagian besar negara mulai mengevakuasi warga dan staf diplomatik mereka, serta sekutu Afghanistan.
Kini semua negara menunggu pemerintahan baru Afghanistan. Dunia akan menilai apakah pemerintahan baru itu lebih inklusif atau sama saja dengan rezim Taliban di masa lalu.
(sya)
Lihat Juga :