Tragis, Bermimpi Hidup di Amerika, Eks Prajurit Afghanistan Tewas dalam Serangan Udara AS

Selasa, 31 Agustus 2021 - 22:32 WIB
loading...
A A A
"Kakak saya bertugas selama sekitar 10 tahun di tentara dan juga pernah bekerja dengan Pasukan Khusus AS. Rumah kami terletak di kota Herat, dan saudara laki-laki saya bertugas di Kandahar, dia berada di Kabul untuk menyelesaikan masalah kepindahannya ke AS," ujarnya.

Tragisnya, mimpi dan rencana Naser berakhir mengejutkan ketika dia terbunuh dalam serangan udara yang dilakukan oleh negara yang dia impikan untuk pindah. Berita yang menghancurkan itu telah memicu emosi yang kuat dari anggota keluarganya.

Baca juga: AS Klaim Bisa Musnahkan Teroris di Afghanistan Tanpa Kehadiran Tentara di Lapangan

"Tolong beri tahu dunia bahwa Amerika Serikat adalah kriminal, liar, dan jahat. Saya berharap Allah segera menghancurkan mereka," cerca Nasir saat mengungkapkan kemarahannya atas kematian kakak laki-lakinya.

Meskipun militer AS berargumen bahwa serangan udara mereka menghilangkan ancaman teror yang akan segera terjadi, Nasir tidak pernah bisa memahami bagaimana kematian warga sipil yang tidak bersalah dapat dibenarkan.

"Ini jelas kejahatan. Bagaimana mungkin anak-anak berusia 2-18 tahun menjadi anggota ISIS? AS dikalahkan di Afghanistan, baik dalam perang maupun politik. Sekarang mereka menargetkan orang-orang yang tidak bersalah. Di mana para aktivis hak asasi manusia meminta pertanggungjawaban para pembunuh yang haus darah?" dia bertanya.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan bahwa negara itu menyelesaikan evakuasi militer warga sipil dan pemindahan semua pasukan Amerika dari Afghanistan pada 30 Agustus.

“Sekarang, akhir dari operasi ini juga menandakan berakhirnya perang terpanjang Amerika. Kami kehilangan 2.461 tentara dalam perang itu, dan puluhan ribu lainnya menderita luka, terlihat dan tidak terlihat. Bekas luka pertempuran tidak mudah sembuh, dan seringkali tidak pernah sembuh sama sekali," kata Austin dalam sebuah pernyataan.

Tetapi bagi warga sipil Afghanistan seperti Naser, yang kehilangan nyawa mereka selama perang ini, dan anggota keluarga mereka, luka yang ditinggalkan oleh Amerika Serikat mungkin tidak akan pernah sembuh.

Baca juga: Pesawat Terakhir AS Hengkang, Perang Afghanistan Berakhir
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved