Tragis, Bermimpi Hidup di Amerika, Eks Prajurit Afghanistan Tewas dalam Serangan Udara AS

Selasa, 31 Agustus 2021 - 22:32 WIB
loading...
Tragis, Bermimpi Hidup...
Bermimpi hidup di Amerika, eks prajurit Afghanistan Naser Nejrabi tewas dalam serangan udara AS. Foto/Sputnik
A A A
KABUL - Setelah mengabdi hampir 10 tahun menjadi tentara Afghanistan dan bertempur bersama pasukan khusus Amerika Serikat (AS), Naser Nejrabi (29) memutuskan untuk datang ke Kabul dari Kandahar tiga hari sebelum Taliban mengambil alih Ibu Kota Afghanistan itu.

Mirip dengan ribuan orang Afghanistan yang mempertaruhkan hidup mereka mencoba mengejar penerbangan evakuasi ke luar negeri, Naser berpikir dia akan memiliki kesempatan untuk masa depan yang lebih cerah di Amerika Serikat setelah melayani kampanye militer Amerika di negara itu selama bertahun-tahun.

Sayangnya, impian Naser untuk pindah ke AS dan membangun kehidupan baru bersama tunangannya berakhir dengan tiba-tiba dan tragis. Pada 29 Agustus, serangan udara Amerika menghantam sebuah mobil di halaman rumahnya yang menewaskan dia dan setidaknya sembilan warga sipil lainnya termasuk anak-anak.

"Saya sedang shalat di rumah ketika saya mendengar berita itu. Saya tidak percaya itu benar. Bagaimana mereka bisa membunuh mereka?" kata adik Naser, Nasir Nejrabi, kepada Sputnik dalam sebuah wawancara.

Nasir mengatakan dia mengetahui berita buruk tentang kematian saudaranya pada 29 Agustus ketika bibinya meneleponnya.

"Saudara laki-laki saya telah tiba di Kabul tiga hari sebelum kota itu diambil alih oleh Taliban, dan tinggal di tempat pamannya," tutur Nasir seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Rusia itu.

Menurut Nasir, saudara laki-lakinya sedang bersama keluarganya di halaman ketika serangan udara AS menghantam sebuah mobil, menewaskan sedikitnya delapan anak dan dua orang muda, termasuk Naser.

"Empat anak di dalam mobil, yang lain di luar. Mereka yang meninggal adalah anak paman saya," ungkap Nasir.

Militer AS mengatakan serangan udara terhadap sebuah kendaraan di Kabul pada 29 Agustus lalu dilakukan untuk menghilangkan ancaman dari kelompok teroris ISIS-K terhadap Bandara Internasional Hamid Karzai.

Kelompok ISIS-K mengklaim berada di balik pemboman di bandara Kabul pada 26 Agustus lalu yang menewaskan lebih dari 170 warga sipil dan 13 anggota militer AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Tragedi Maut! 8 Biksu...
Tragedi Maut! 8 Biksu Tewas Ditabrak Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun
Rekomendasi
Bintang Senegal Boikot...
Bintang Senegal Boikot Timnas Usai Tersingkir Dramatis di Piala Dunia 2026
Tak Sekadar Fashion,...
Tak Sekadar Fashion, Kacamata Hitam Bisa Lindungi Mata dari Penyakit Ini
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Berita Terkini
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Infografis
Houthi Klaim Mampu Gagalkan...
Houthi Klaim Mampu Gagalkan Serangan Udara AS dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved