Bertemu Perwakilan Taliban di Qatar, Ini yang Disampaikan Retno Marsudi

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 13:32 WIB
loading...
Bertemu Perwakilan Taliban...
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto/Dok.Sindonews
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan telah melakukan pertemuan dengan Perwakilan Kantor Politik Taliban di Doha, Qatar . Itu dilakukan di sela-sela kunjungannya ke negara Teluk Arab itu.

"Di sela-sela kunjungan saya ke Qatar, saya juga bertemu dengan Perwakilan Kantor Politik Taliban di Doha (26/08)," kata Retno di akun Twitternya yang dipantau Sindonews, Jumat (27/8/2021).

Melalui akun Twitternya, Retno menyatakan ia menyampaikan sejumlah poin penting yang harus dilakukan Taliban dalam membentuk pemerintahan Afghanistan yang baru. Menurutnya, Taliban yang harus membentuk pemerintahan yang inklusif di Afghanistan.

Ia juga meminta kelompok militan itu menghormati hak-hak perempuan dan memastikan Afghanistan tidank menjadi basis kelompok teroris.

"Saya meyampaikan kepada Taliban untuk menghormati hak-hak perempuan dan memastikan Afghanistan tidak menjadi tempat berkembang biak bagi organisasi dan kegiatan teroris," ungkap Retno di akun Twitternya yang dipantau Sindonews, Jumat (27/8/2021).

Taliban kembali ke tampuk kekuasaan di Afghanistan setelah berhasil merebut Ibu Kota Kabul pada 15 Agustus lalu. Dalam pernyataan pertamanya setelah menduduki Kabul, Taliban mengumumkan amnesti kepada para pekerja pemerintahan sebelumnya.

Baca juga: Taliban Umumkan 'Amnesti Umum' untuk Para Pegawai Pemerintah Afghanistan

Taliban juga berjanji akan menegakkan hak-hak perempuan di bawah sistem hukum syariah (Islam), tetapi menekankan bahwa mereka akan bekerja dan belajar dalam kerangka kerja Taliban. Mereka juga meminta kaum perempuan Afghanistan untuk ikut bergabung dalam pemerintahan baru yang akan dibentuk.

Baca juga: Deklarasikan Amnesti, Taliban Desak Kaum Perempuan Gabung Pemerintahan

Sementara itu mantan Perdana Menteri (PM) Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar mengatakan pemerintahan masa depan di Afghanistan yang dipimpin Taliban akan mendapat dukungan dari semua kelompok etnis.

"Pemerintah seperti itu dapat menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut di Afghanistan dan mengarahkan negara yang dilanda perang keluar dari krisis saat ini," ujar dia dalam wawancara dengan kantor berita negara Pakistan, APP.

Dia berharap pembicaraan formal antara semua kelompok politik akan dimulai setelah penarikan penuh pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO dari Afghanistan, yang dijadwalkan pada 31 Agustus.

Baca juga: Mantan PM Afghanistan: Semua Kelompok Etnis Dukung Pemerintahan Taliban
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Trump Paksa 8 Negara...
Trump Paksa 8 Negara Muslim Ini untuk Dukung Perjanjian Abraham
MBS dan Emir Qatar Intervensi...
MBS dan Emir Qatar Intervensi Rencana Trump untuk Menyerang Iran, Apa Pemicunya?
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Tio Pakusadewo Ungkap...
Tio Pakusadewo Ungkap Gejala Aneh Sebelum Alami Gangguan Jantung: Cegukan 2 Bulan Gak Berhenti!
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved