Taliban: Musik Dilarang di Afghanistan

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 03:16 WIB
loading...
Taliban: Musik Dilarang...
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid. Kelompok Taliban yang berkuasa akan melarang musik di Afghanistan. Foto/REUTERS/Stringer
A A A
KABUL - Kelompok Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan mengatakan para perempuan perlu pendamping atau mahram bila bepergian selama beberapa hari. Mereka juga melarang musik di negara tersebut.

“Jika mereka pergi ke sekolah, kantor, universitas, atau rumah sakit, mereka tidak membutuhkan mahram,” kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, dalam sebuah wawancara dengan The New York Times.

Baca juga: Bom Bandara Kabul Membunuh 12 Tentara AS, Evakuasi Makin Kacau

Dia menjelaskan bahwa paraperempuanmembutuhkan pendamping atau mahram selama perjalanan tiga hari atau lebih.

Mujahid juga menjelaskan bahwa musik akan dilarang di negara Afghanistan."Karena dilarang dalam Islam," katanya.

"kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, daripada menekan mereka," paparnya, yang dilansir Jumat (27/8/2021)."

"Kami ingin membangun masa depan, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu," imbuh Mujahid.

Mujahid telah memperingatkan pada awal pekan ini bahwa paraperempuanyang dipekerjakan di Afghanistan untuk sementara tinggal di dalam rumah sampai Taliban melatih pasukan keamanan tentang bagaimana menangani perempuan.

"Pasukan keamanan kami tidak terlatih [dalam] bagaimana menangani perempuan—bagaimana berbicara dengan perempuan [untuk] beberapa dari mereka," katanya pada konferensi pers pada hari Selasa. "Sampai kami memiliki keamanan penuh...kami memintaperempuan untuk tinggal di rumah."

Taliban baru-baru ini mengatakan akan menghormati hak-hak perempuan, tetapi berbagai laporan dari lapangan menunjukkan cerita yang berbeda, dan para perempuan mengungkapkan ketakutan bahwa Taliban akan kembali ke pemerintahannya dari tahun 1996-2001.

Baca juga: Taliban: Tak Ada Bukti Osama bin Laden Dalangi Serangan 9/11 di AS

Selama tahun-tahun itu, perempuan tidak diizinkan bersekolah atau bekerja, hanya bisa meninggalkan rumah dengan kehadiran seorang pria dan diwajibkan mengenakan penutup kepala hingga ujung kaki.

Seorang mantan jurnalis Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu pada tahun 2015, Rukhsar Azamee, berbicaradalam program "The Story" Fox News pada hari Rabu dan mengatakan "hatinya untuk semuaperempuan di Afghanistan."

"Mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk bersekolah, kuliah, dan [tidak] memiliki hak untuk bekerja atau hanya meninggalkan rumah tanpa laki-laki. Ini menghancurkan. Menyedihkan. Kami juga melihat tanda-tanda tindakan itu. Sudah banyak perempuan sekarang, di stasiun-stasiun televisi milik negara di Kabul, bahwa wartawan perempuan dan pembawa acara televisi tidak diizinkan untuk kembali bekerja. Meski memiliki ID, kredensial untuk bekerja. Itu memprihatinkan," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved