Minta AS Pasok Senjata dan Amunisi, Putra Pahlawan Afghanistan Siap Perangi Taliban

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 00:18 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Al-Qaeda di Yaman Ucapkan Selamat pada Taliban, Sumpah Lanjutkan Aksi

Dinukil dari Russia Today, Ahmad Massoud diberi gelar “pemimpin Front Perlawanan Nasional Afghanistan.” Ia adalah putra dan pewaris Ahmad Shah Massoud, pemimpin terkemuka dalam gerakan mujahidin sebuah gerakan pemberontakan Islam melawan pemerintah Komunis Afghanistan dan pasukan Uni Soviet yang menopangnya pada 1980-an.

Pasukan Shah Massoud adalah salah satu pemain domestik utama selama perang saudara setelah penarikan pasukan Uni Soviet. Dia memegang jabatan Menteri Pertahanan di bawah Presiden Burhanuddin Rabbani yang pemerintahannya digulingkan dari Kabul pada tahun 1996 oleh faksi mujahidin yang lebih radikal dan sukses, Taliban.

Dia juga memimpin perlawanan bersenjata melawan Taliban di provinsi Panjshir utara dan dibunuh oleh pembunuh bom bunuh diri beberapa hari sebelum serangan teroris 11 September. Aliansi Utara yang pernah dipimpin Shah Massoud menjadi sekutu kunci Amerika Serikat (AS) selama invasi pembalasannya ke Afghanistan. Presiden Hamid Karzai, penerus Rabbani yang didukung AS, menghormati komandan mujahidin itu dengan menobatkannya sebagai pahlawan nasional Afghanistan.

Putra panglima perang yang dihormati, yang dijuluki 'Singa Panjshir' oleh para pengagumnya, menyalurkan warisan ayahnya dalam upaya untuk menciptakan kembali hari-hari gemilang Perlawanan Panjshir. Gerakannya 'Perlawanan II' konon didukung oleh beberapa ribu pejuang dan beberapa pemimpin militer tua. Namun situasi di lapangan tidak seperti selama tugas Taliban sebelumnya yang bertanggung jawab atas Afghanistan, sebagaimana dibuktikan oleh kemampuannya untuk merebut beberapa wilayah di utara yang tidak dikendalikan pada 1990-an.

Baca juga: Intelijen Jerman Gagal Total Prediksi Gerak Cepat Taliban di Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Film Tanah Runtuh Karya...
Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
Makin Tertarik Gabung...
Makin Tertarik Gabung BRICS dan Siap Tinggalkan Dolar AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved