Mantan Menhan Afghanistan Minta Interpol Tahan Eks Presiden Ashraf Ghani

Rabu, 18 Agustus 2021 - 20:54 WIB
loading...
A A A
Hanya beberapa minggu sebelum penyerahan, para pejabat AS meyakinkan bahwa 300.000 pasukan pasukan keamanan Afghanistan yang kuat akan mampu bertahan melawan 75.000 anggota milisi Taliban, dan menunjukkan keunggulan pasukan keamanan, seperti angkatan udara, pelatihan NATO, serta persenjataan yang unggul.

Namun, menurut penyelidikan yang terjadi sejak kegagalan hari Minggu, dinas keamanan Afghanistan secara harfiah adalah 'macan kertas', diganggu oleh korupsi, kepemimpinan yang buruk dan moral yang anjlok, dengan puluhan ribu tentara hanya ada dalam skema akuntansi pemerintah untuk memungkinkan birokrat yang kotor mengumpulkan gaji pasukan palsu.

Awal musim panas ini, berminggu-minggu setelah penarikan NATO dari negara yang dilanda perang, seorang komandan Taliban mengatakan kepada media AS bahwa dia dan rekan-rekan pejuangnya “terkejut” dengan kecepatan kemajuan mereka melawan pasukan pemerintah Afghanistan.

Baca juga: Taliban Mengaku Terkejut Bisa Kuasai Afghanistan dengan Cepat

Perang di Afghanistan diperkirakan telah menelan biaya sekitar USD2,26 triliun bagi AS, dan merenggut nyawa lebih dari 100.000 warga sipil Afghanistan, puluhan ribu personel pasukan keamanan Afghanistan dan pejuang Taliban, sekitar 3.500 tentara AS dan NATO, serta lebih dari 4.000 tentara bayaran Barat.

AS dan sekutunya menginvasi negara itu pada tahun 2001 setelah Taliban menolak untuk menyerahkan tersangka dalang serangan 11 September, Osama bin Laden, ke AS tanpa memberikan bukti kesalahannya. Bin Laden diduga telah melarikan diri ke Pakistan tak lama setelah invasi AS, dan menetap di lingkungan kaya yang menampung banyak pensiunan militer dan perwira intelijen Pakistan sebelum tewas terbunuh dalam operasi Tim Seal AS pada Mei 2011.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Polri Tangkap Buronan...
Polri Tangkap Buronan Kasus Online Scam Paling Dicari Asal China
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
PDIP Nonaktifkan Anggota...
PDIP Nonaktifkan Anggota DPRD TTU Imbas Dugaan Intimidasi Dokter Icha
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved