Raja Malaysia Ingin Calon Perdana Menteri Baru Hadapi Voting di Parlemen
Rabu, 18 Agustus 2021 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Perang AS di Afghanistan Belum Berakhir, Diubah Jadi Perang Drone ala Somalia
Raja Sultan Abdullah akan menunjuk seorang perdana menteri yang menurutnya dapat memimpin suara mayoritas.
Dia memberi waktu kepada anggota parlemen sampai jam 4 sore waktu setempat untuk menyerahkan nama satu calon yang mereka inginkan sebagai perdana menteri.
Dalam pernyataan, istana mengatakan, “Perdana menteri yang ditunjuk oleh raja harus mengajukan mosi percaya di parlemen sesegera mungkin untuk membuktikan secara sah bahwa dia memiliki suara mayoritas."
Raja juga meminta berbagai partai politik untuk bekerja sama. "Yang Mulia... (telah) menyatakan bahwa gejolak politik yang tak berkesudahan tanpa henti telah mengganggu pemerintahan pada saat kita masih menghadapi ancaman pandemi COVID-19," papar pernyataan istana.
Malaysia telah berada dalam kondisi politik yang berubah-ubah sejak tuduhan korupsi yang meluas menyebabkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) kalah dalam pemilu 2018 setelah memerintah selama lebih dari 60 tahun sejak kemerdekaan.
Mahathir Mohamad memimpin oposisi menuju kemenangan pemilu untuk pertama kalinya, tetapi aliansi itu runtuh karena pertikaian muncul tahun lalu.
Raja Sultan Abdullah akan menunjuk seorang perdana menteri yang menurutnya dapat memimpin suara mayoritas.
Dia memberi waktu kepada anggota parlemen sampai jam 4 sore waktu setempat untuk menyerahkan nama satu calon yang mereka inginkan sebagai perdana menteri.
Dalam pernyataan, istana mengatakan, “Perdana menteri yang ditunjuk oleh raja harus mengajukan mosi percaya di parlemen sesegera mungkin untuk membuktikan secara sah bahwa dia memiliki suara mayoritas."
Raja juga meminta berbagai partai politik untuk bekerja sama. "Yang Mulia... (telah) menyatakan bahwa gejolak politik yang tak berkesudahan tanpa henti telah mengganggu pemerintahan pada saat kita masih menghadapi ancaman pandemi COVID-19," papar pernyataan istana.
Malaysia telah berada dalam kondisi politik yang berubah-ubah sejak tuduhan korupsi yang meluas menyebabkan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) kalah dalam pemilu 2018 setelah memerintah selama lebih dari 60 tahun sejak kemerdekaan.
Mahathir Mohamad memimpin oposisi menuju kemenangan pemilu untuk pertama kalinya, tetapi aliansi itu runtuh karena pertikaian muncul tahun lalu.
Lihat Juga :