Jukung Bali Berlayar di Copenhagen, Denmark

Senin, 16 Agustus 2021 - 20:16 WIB
loading...
Jukung Bali Berlayar di Copenhagen, Denmark
Prahus Bali berlayar untuk pertama kalinya di Danau Furesø, sekitar 30 menit berkendaraan dari pusat kota Kopenhagen. Foto/KBRI Kopenhagen
A A A
KOPENHAGEN - Ada pemandangan unik di sekitar Furesøbad, pantai kecil di sekitar Danau Furesø, Kopenhagen, Denmark pada siang hari Minggu, 15 Agustus 2021. Sejumlah masyarakat lokal Denmark terlihat berkerumun mengelilingi sebuah Jukung Bali.

Pertanyaannya adalah bagaimana bisa ada sebuah Jukung Bali berlayar di Denmark? Adalah Niels Jørgen Bak Nielsen, seorang pemahat berumur 75 tahun berkebangsaan Denmark. Ketertarikan Niels terhadap jukung yang diberinya nama Prahus Bali ini bermula pada tahun 1994. Saat itu, Niels menerima hadiah dari temannya yang baru pulang dari Indonesia berupa gambar sebuah jukung. Sejak saat itu, Niels pun terus memimpikan bahwa suatu saat nanti dirinya akan berlayar dengan perahu tersebut.

Beberapa tahun kemudian, Niels terkejut karena melihat perahu dengan gambar yang sama di sudut Kopenhagen yaitu Vaserne, Holte. Jukung tersebut dibawa langsung oleh Jan Friis saat dirinya kembali dar liburan di Bali. Niels membeli perahu tersebut dari Jan Friis dan memulai hari-harinya memperbaiki jukung tersebut. Baca juga: Pebulu Tangkis Denmark Puji Cara Hendra Setiawan Hormati Almarhum Markis Kido

Renovasi tersebut memakan waktu sekitar lima tahun. Niels harus mengganti beberapa bagian perahu yang sudah rusak karena lama terendam air, termasuk mendatangkan kayu mahoni baru dari Indonesia. Yang membuat lebih unik adalah Niels tidak menggunakan paku sama sekali dalam proses perbaikan perahu tersebut. Jukung tersebut terlihat semakin cantik dengan sebuah layar baru yang dijahit langsung dengan bantuan Museum Kapal Viking di Roskilde.

Barulah pada Minggu, 15 Agustus 2021, Prahus Bali berlayar untuk pertama kalinya di Danau Furesø, sekitar 30 menit berkendaraan dari pusat kota Kopenhagen. Ole Bondo Christensen, Walikota Furesø yang juga tetangga rumah Niels membuat ide peluncuran Prahus Bali.

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen pun turut serta dalam peluncuran tersebut dengan mengajak komunitas Indonesia asal Bali yang ada di Kopenhagen. Baca juga: Pendeta Lutheran Denmark Bunuh dan Coba Lenyapkan Jasad Istrinya

Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Denmark, Dewi Savitri Wahab, turut mengisahkan bagaimana hubungan bilateral Indonesia dan Denmark yang tahun ini memasuki usia ke 71 tahun makin tumbuh baik dari tahun ke tahun. Pemerintah Indonesia dan Denmark telah memiliki kerja sama yang baik di berbagai bidang termasuk bidang kebudayaan. Lebih lanjut, Dubes Dewi sampaikan bahwa individu-individu seperti Niels sangat diperlukan dalam menopang upaya kedua Pemerintah dalam memperkuat hubungan tersebut.

Ritual pun dilakukan oleh komunitas masyarakat Indonesia asal Bali yang ada di Kopenhagen. Persembahan berupa beras, dupa, dan bunga dihanyutkan di pantai dan sekitar perahu untuk keselamatan perahu selama berlayar. Tari Panyembrana pun dipersembahkan guna menyambut sekitar 150 orang tamu yang hadir dalam peluncuran jukung Perahus Bali tersebut.

Akhirnya tepat sekitar pukul tiga sore, Prahus Bali diturunkan ke pinggir danau untuk berlayar. Pelayaran pertama tersebut diiringi oleh hujan yang dipercaya sebagai pertanda baik bagi keselamatan Prahus Bali tersebut ke depannya.
(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3570 seconds (11.97#12.26)