Taliban Kini Hanya Berjarak 50 Km dari Kabul, Pasukan Afghanistan Kocar-kacir

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 00:01 WIB
loading...
Taliban Kini Hanya Berjarak...
Pejuang Taliban berpatroli menggunakan sepeda motor di Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Taliban telah merebut provinsi Logar dan ibu kotanya Pol-e Alam, membuat mereka hanya berjarak 50 km dari ibu kota Afghanistan , Kabul.

Keberhasilan Taliban itu membuat pemerintah pusat Afghanistan di Kabul kehilangan sebagian besar wilayah negara itu.

Pada Jumat (13/8), Taliban merebut kota Pol-e Alam, ibu kota provinsi Logar, menurut beberapa laporan media. Provinsi ini juga dikenal sebagai negara bagian asal Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Baca juga: NASA Buka Lowongan Relawan untuk Simulasi Misi Mars, Ini Syarat-syaratnya

Dengan penaklukan terbaru, Taliban sekarang hanya 50 km di selatan ibukota negara itu, dan benteng terakhir pemerintah Afghanistan, Kabul.

Baca juga: Menhan Inggris Khawatir Afghanistan Jadi Negara Gagal, Surga Para Teroris

“Sekarang Taliban 100% memegang kendali. Tidak ada pertempuran saat ini. Sebagian besar pejabat melarikan diri ke Kabul,” ungkap anggota parlemen Saeed Qaribullah Sadat kepada AFP.

Baca juga: Inggris Nyatakan akan Kerahkan Pasukan ke Afghanistan Jika Al-Qaeda Kembali Muncul

Wartawan Bilal Sarwary menyatakan Gubernur Logar Abdul Rahim Qayumi berperang melawan Taliban yang mendekat selama enam jam, dengan 40 pasukan pelindungnya.

Dia menambahkan bahwa kepala kepolisian, pimpinan Badan Keamanan Nasional dan pejabat lainnya telah menyerahkan diri pada Taliban. Situasi ini menunjukkan bagaimana pasukan pemerintah kocar-kacir menghadapi Taliban.

Sebelumnya, Taliban mengklaim kota terbesar kedua di Afghanistan, Kandahar, telah jatuh ke tangan mereka.

Kelompok itu mengatakan telah menyita ratusan senjata dan kendaraan, serta sejumlah besar amunisi selama serangan mereka tersebut.

Berbicara kepada CNN, anggota parlemen Afghanistan Gul Ahmad Kamin menegaskan kota itu tidak lagi dalam kendali pemerintah. Dia menambahkan, "Banyak tentara menyerah dan sisanya melarikan diri."

Negara-negara Barat yang menduduki Afghanistan selama hampir dua dekade kini telah meminta warganya meninggalkan negara itu.

Inggris mengatakan pada Kamis bahwa mereka akan mengerahkan 600 tentara untuk memfasilitasi evakuasi warga Inggris dan para penerjemah lokal.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
Berita Terkini
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Infografis
Hanya Dapat 50 Rudal...
Hanya Dapat 50 Rudal ATACMS, Zelensky: Kita Akan Kalah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved