Afghanistan Dapat Tergelincir ke dalam Perang Saudara Berkepanjangan Skala Penuh

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 05:19 WIB
loading...
Afghanistan Dapat Tergelincir...
Rusia menyatakan Afghanistan berisiko tergelincir ke dalam perang saudara berkepanjangan skala penuh. Foto/BBC
A A A
NEW YORK - Afghanistan berisiko tergelincir ke dalam perang saudara skala penuh yang berlarut-larut di tengah tidak adanya kemajuan dalam negosiasi perdamaian. Hal itu diungkapkan Wakil Tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia dalam pertemuan Dewan Keamanan .

“Jelas bahwa tidak ada solusi militer untuk situasi Afghanistan, tetapi, dalam situasi saat ini, mengingat tidak adanya kemajuan di jalur negosiasi, prospek Afghanistan tergelincir ke dalam skala penuh dan perang saudara yang berlarut-larut, sayangnya, adalah kenyataan yang mencolok," ujarnya.

"Oleh karena itu, tujuan terpenting hari ini adalah meluncurkan negosiasi substantif dengan cepat," imbuh Nebenzia seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (7/8/2021).

Baca juga: Taliban Bunuh Juru Bicara Pemerintah Afghanistan saat Salat Jumat

Utusan Rusia itu menyuarakan harapan bahwa pembicaraan yang akan datang tentang Afghanistan di Doha serta format Troika plus Pakistan yang diperpanjang akan memberikan dorongan tambahan untuk proses penyelesaian politik.

"Kami yakin bahwa sekarang lebih penting dari sebelumnya untuk mengkonsolidasikan semua upaya internasional dan regional dan setiap tindakan harus diambil untuk menemukan solusi yang masuk akal dengan mempertimbangkan kepentingan semua etnis dan agama minoritas," ujarnya.

Pada saat yang sama, diplomat Rusia itu menekankan bahwa Moskow khawatir tentang meningkatnya kekerasan di Afghanistan yang mungkin lepas kendali. Situasi ini juga memicu kekhawatiran dari tetangga Kabul di Asia Tengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Gagal Minta Pertanggungjawaban...
Gagal Minta Pertanggungjawaban Israel, Iran Kecam Dewan Keamanan PBB
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Ukraina, 10 Orang Tewas, Lebih dari 100 Terluka
Putin Ragu Drone Rusia...
Putin Ragu Drone Rusia Serang Negara NATO, Presiden Rumania Sodorkan Bukti
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Bertemu Dubes dan Diaspora...
Bertemu Dubes dan Diaspora Indonesia di Rusia, Menko AHY Ajak Kolaborasi untuk Pembangunan Nasional
Mengapa Trump Murka...
Mengapa Trump Murka kepada Netanyahu hingga Keluar Kata-Kata Kasar?
Rekomendasi
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved