Warga Desa Marah, Hadang Truk Peluncur Roket Hizbullah, Takut Dibalas Israel

Jum'at, 06 Agustus 2021 - 22:27 WIB
loading...
Warga Desa Marah, Hadang...
Truk mengangkut peluncur roket milik Hizbullah dihadang warga di desa Chouya, Lebanon, 6 Agustus 2021. Foto/REUTERS/Karamallah Daher
A A A
BEIRUT - Pejuang Hizbullah mengalami serangan balasan di Lebanon selatan saat warga desa menghadang anggota kelompok itu ketika memindahkan roket dan peluncur roket.

Warga desa memblokir truk dan kendaraan yang membawa roket serta peluncur roket Hizbullah.

Rekaman video penghadangan truk Hizbullah oleh warga desa itu pun viral di media sosial.



Pada Jumat (6/8), kerumunan penduduk desa di Lebanon selatan dilaporkan mengambil sikap menentang pejuang Hizbullah saat memindahkan senjata mereka di antara lokasi-lokasi peluncuran.

Baca juga: Hizbullah Hajar Israel dengan Puluhan Roket, Rezim Zionis Murka dan Siap Perang

“Penduduk desa Chouya marah dengan militan yang didukung Iran, yang telah meluncurkan roket ke sasaran Israel dari lokasi di desa mereka,” ungkap laporan media lokal.

Baca juga: Jet Tempur Israel Gempur Lebanon Selatan, Berdalih Balas Serangan Roket

Warga mengklaim kelompok Hizbullah menempatkan desa itu dalam bahaya dari tembakan balasan Israel.

Baca juga: Sirene Israel Meraung-raung, Iron Dome Cegat 10 Roket asal Lebanon

Dalam video yang dibagikan secara online oleh wartawan, satu truk Isuzu biru yang mengangkut peluncur roket terlihat dihentikan kerumunan warga yang marah.

Penduduk setempat menantang mereka yang mengangkut senjata itu dengan truk pick-up.

Rekaman lainnya tampaknya menunjukkan perkelahian yang pecah antara warga dan tersangka militan Hizbullah, termasuk klip satu orang yang digiring ke bagian belakang mobil.

Setelah mengambil tempat duduknya di dalam mobil, pintu seberang terbuka dan pria itu ditinju warga.

Laporan media menunjukkan penduduk desa berasal dari komunitas Druze Lebanon, pengikut agama monoteistik dan Ibrahim.

Walikota yang berwenang di desa Chouya mengkonfirmasi insiden tersebut. “Dia menjelaskan, dua truk yang membawa peluncur roket telah dihentikan dan isinya telah disita tentara,” tulis seorang koresponden National di Twitter, mengutip percakapan dengan walikota.

Dalam pernyataan, Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) mengatakan mereka telah menangkap empat orang sehubungan dengan peluncuran roket itu, tetapi hanya satu peluncur yang disita.

The Times of Israel, mengutip pernyataan yang mengatakan Hizbullah mengakui peristiwa yang terjadi di Chouya dan bersumpah tidak menempatkan desa-desa seperti itu dalam bahaya lagi.

Sejak Rabu, pasukan Hizbullah dan Israel telah baku tembak di sekitar Garis Biru yang memisahkan Israel dari Lebanon.

Tel Aviv meminta Beirut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan terhadap warga Israel oleh Hizbullah, sementara Lebanon menuntut Israel menahan diri dari operasi "agresif" di wilayahnya.

Pada Rabu, Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) meminta semua pihak menghentikan konflik agar tidak meningkat lebih lanjut, dan mengatakan akan bekerja dengan militer Lebanon untuk memperkuat keamanan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Efisiensi, Malaysia...
Efisiensi, Malaysia Tambah WFH bagi PNS Jadi 2 Hari Setiap Pekan
Rekomendasi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Infografis
82.000 Warga Pilih Hengkang,...
82.000 Warga Pilih Hengkang, Israel Bukan Lagi Negara Istimewa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved