Kelabakan Hadapi COVID-19 Varian Delta, China Lockdown Jutaan Orang
Selasa, 03 Agustus 2021 - 09:25 WIB
loading...
Seorang pekerja medis dengan pakaian pelindung mengambil swab dari warga untuk tes asam nukleat menyusul kasus baru infeksi COVID-19 di Zhengzhou, provinsi Henan, China, 2 Agustus 2021. Foto/cnsphoto via REUTERS
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China telah menempatkan jutaan orang di bawah penguncian atau lockdown ketika negara itu mulai kelabakan menghadapi wabah COVID-19 varian Delta.
Laporan awal dari minggu lalu mencatat bahwa varian Delta telah menyebar ke 15 kota, tetapi jumlah itu meningkat menjadi 20 kota pada hari Senin.
Baca juga: Taliban Dituduh Bantai 40 Warga Sipil Afghanistan sebagai Balas Dendam
Wabah terbaru dimulai 20 Juli di mana varian Delta terdeteksi di pesawat yang tiba di Bandara Internasional Nanjing Lukou selama pembersihan rutin.
Menurut laporan Reuters, Selasa (3/8/2021), wabah COVID-19 tersebut mengakibatkan 184 kasus infeksi baru sejak itu, 52 di antaranya terkait dengan varian Delta.
"Setelah pekerjaan mereka selesai, karena tindakan pembersihan dan perlindungan tidak memenuhi standar, ada kemungkinan beberapa staf terinfeksi, menyebabkan virus menyebar di antara staf kebersihan," kata Ding Jie, wakil direktur jenderal di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nanjing.
Ding mengatakan bahwa kasus-kasus baru terus-menerus ditemukan.
Laporan awal dari minggu lalu mencatat bahwa varian Delta telah menyebar ke 15 kota, tetapi jumlah itu meningkat menjadi 20 kota pada hari Senin.
Baca juga: Taliban Dituduh Bantai 40 Warga Sipil Afghanistan sebagai Balas Dendam
Wabah terbaru dimulai 20 Juli di mana varian Delta terdeteksi di pesawat yang tiba di Bandara Internasional Nanjing Lukou selama pembersihan rutin.
Menurut laporan Reuters, Selasa (3/8/2021), wabah COVID-19 tersebut mengakibatkan 184 kasus infeksi baru sejak itu, 52 di antaranya terkait dengan varian Delta.
"Setelah pekerjaan mereka selesai, karena tindakan pembersihan dan perlindungan tidak memenuhi standar, ada kemungkinan beberapa staf terinfeksi, menyebabkan virus menyebar di antara staf kebersihan," kata Ding Jie, wakil direktur jenderal di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nanjing.
Ding mengatakan bahwa kasus-kasus baru terus-menerus ditemukan.
Lihat Juga :