Lonjakan COVID-19 Landa Asia: Tokyo, Thailand, Malaysia Catat Rekor
Minggu, 01 Agustus 2021 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kasus COVID-19 Meningkat, Vietnam Lockdown Wilayah Berpenduduk 35 Juta
Jumlah kasus juga melonjak di Sydney, di mana polisi menutup kawasan pusat bisnis untuk mencegah aksi protes terhadap penguncian atau lockdown ketat yang akan berlangsung hingga akhir Agustus.
Polisi di Sydney menutup stasiun kereta api, melarang taksi menurunkan penumpang dari pusat kota dan mengerahkan 1.000 petugas untuk mendirikan pos pemeriksaan dan membubarkan kelompok. Pemerintah New South Wales melaporkan 210 infeksi baru di Sydney dan sekitarnya dari wabah varian Delta.
Baca juga: Setelah Sydney, Giliran Brisbane Lakukan Lockdown
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Jumat mengatakan infeksi COVID-19 telah meningkat 80% selama empat minggu terakhir di sebagian besar wilayah di dunia.
"Keuntungan yang diperoleh dengan susah payah dalam bahaya atau hilang, dan sistem kesehatan di banyak negara sedang kewalahan," kata Tedros dalam konferensi pers.
Varian Delta, pertama kali terdeteksi di India, sama menularnya dengan cacar air dan jauh lebih menular daripada pilek atau flu biasa. Hal itu tertuang dalam dokumen internal Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) yang bocor.
Jumlah kasus juga melonjak di Sydney, di mana polisi menutup kawasan pusat bisnis untuk mencegah aksi protes terhadap penguncian atau lockdown ketat yang akan berlangsung hingga akhir Agustus.
Polisi di Sydney menutup stasiun kereta api, melarang taksi menurunkan penumpang dari pusat kota dan mengerahkan 1.000 petugas untuk mendirikan pos pemeriksaan dan membubarkan kelompok. Pemerintah New South Wales melaporkan 210 infeksi baru di Sydney dan sekitarnya dari wabah varian Delta.
Baca juga: Setelah Sydney, Giliran Brisbane Lakukan Lockdown
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada hari Jumat mengatakan infeksi COVID-19 telah meningkat 80% selama empat minggu terakhir di sebagian besar wilayah di dunia.
"Keuntungan yang diperoleh dengan susah payah dalam bahaya atau hilang, dan sistem kesehatan di banyak negara sedang kewalahan," kata Tedros dalam konferensi pers.
Varian Delta, pertama kali terdeteksi di India, sama menularnya dengan cacar air dan jauh lebih menular daripada pilek atau flu biasa. Hal itu tertuang dalam dokumen internal Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) yang bocor.
(ian)
Lihat Juga :