Rusia Bikin Versi Baru 'Pesawat Kiamat', Penyelamat Putin dari Perang Nuklir Habis-habisan

Selasa, 27 Juli 2021 - 07:19 WIB
loading...
Rusia Bikin Versi Baru...
Ilyushin Il-80, yang dijuluki sebagai pesawat kiamat saat berada di Moskow, Rusia. Foto/REUTERS/Artyom Anikeev
A A A
MOSKOW - Rusia telah mulai mengerjakan versi baru dari "pesawat kiamat" era soviet yang terkenal. Pesawat ini dirancang untuk menampung para pemimpin negara terutama Presiden Vladimir Putin dan menjauhkan mereka dari bahaya jika terjadi perang nuklir habis-habisan di darat.

Proyek Moskow ini diungkap kantor berita RIA Novosti, Selasa (27/7/2021),yang mengutip sumber di industri industri militer setempat. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa pesawat baru akan didasarkan pada Il-96-400M berbadan lebar, yang dibuat oleh produsen pesawat Ilyushin.

Baca juga: Rudal Buatan Iran Serang Israel, tapi Meleset dan Hantam Yordania

Pemerintah Rusia, lanjut laporan itu, akan menerima dua pesawat.

Selain menjaga keamanan petinggi negara, "pesawat kiamat" juga bertindak sebagai pos komando jarak jauh, memungkinkan pimpinan untuk mengirim perintah dari langit. Pesawat baru itu pada akhirnya akan menggantikan "pesawat kiamat" Ilyushin Il-80 yang ada.

Dengan teknologi terbaru, pesawat yang baru dibangun akan memiliki jangkauan yang lebih jauh, memiliki kemampuan untuk mengisi bahan bakar di udara dan bahkan dapat berkomunikasi dengan kapal selam dalam radius 6.000 km.

Saat ini, Pasukan Dirgantara Rusia memiliki empat pos komando udara Il-80. Dibuat awalnya selama periode Soviet, pesawat didasarkan pada pesawat penumpang Il-86, diterbangkan selama bertahun-tahun oleh orang-orang seperti Aeroflot.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Berita Terkini
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved