Bagaimana Iran Kehilangan Bahrain?

Rabu, 26 Maret 2025 - 10:57 WIB
loading...
Bagaimana Iran Kehilangan...
Mohammad Reza Pahlavi, Shah terakhir Iran, rela melepaskan kendali atas kepulauan Bahrain. Foto/tehrantimes.com
A A A
TEHERAN - Mohammad Reza Pahlavi, Shah terakhir Iran, mengisyaratkan kesediaannya melepaskan kendali atas kepulauan Bahrain selama wawancara dengan wartawan India pada tahun 1969.

Dalam wawancara tahun 1969 itu, Shah terakhir Iran menyuarakan dukungannya terhadap pemisahan Bahrain dari Iran, meskipun sebelumnya dia mengklaim kedaulatan atas kepulauan yang kaya minyak itu.

Pengakuan Mohammad Reza Shah atas Bahrain sering dibandingkan dengan penyerahan wilayah yang dilakukan Shah Iran lainnya dari dinasti Qajar dan Pahlavi.

Namun, Bahrain menonjol karena Mohammad Reza adalah Shah pertama yang dengan sukarela, dan tampaknya dengan senang hati, menyerahkannya.

Bahrain Secara Historis Bagian Integral dari Iran


Bahrain telah menjadi bagian dari wilayah Iran setidaknya sejak era Sassanid yang berlangsung selama empat dekade dari tahun 224 M hingga 651 M.

Bahrain dinyatakan sebagai provinsi ke-14 Iran pada tanggal 12 November 1957, dan memiliki dua perwakilan di parlemen Iran.

Sebelumnya, pada awal tahun 1900-an, satu kursi parlemen telah didedikasikan untuk Bahrain. Setahun kemudian, pada tahun 1958, Sheikh Salman bin Hamad Al Khalifa, penguasa Bahrain, berjanji setia kepada Iran.

Secara historis, Bahrain dianggap sebagai bagian dari provinsi Fars sebelum tahun 1957. Selama dinasti Safavid, Bahrain berada di bawah pemerintahan Bushehr, bersama dengan Zubarah (yang terletak di Qatar modern).

Pada tahun 1737, di bawah dinasti Afsharid, Bahrain menjadi bawahan gubernur Fars.

Provinsi tersebut secara resmi tidak ada lagi dengan resolusi yang disetujui majelis rendah parlemen Iran (Majelis Konsultatif Nasional) pada tanggal 14 Mei 1971, dengan 184 suara mendukung dan 4 suara menentang.

Resolusi ini kemudian disetujui dengan suara bulat oleh majelis tinggi (Senat) pada tanggal 18 Mei 1971. Shah sendiri memimpin pengakuan Bahrain sebagai negara berdaulat yang independen.

Sejarawan Khosro Motazed, dalam wawancara dengan Kantor Berita Fars Iran, menyatakan, "Orang tidak boleh berpikir bahwa masalah pemisahan Bahrain dari Iran baru muncul setengah abad atau 100 tahun yang lalu; masalah ini bermula ketika Inggris menduduki Bahrain selama periode Qajar awal."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Mesir vs Iran: Misi...
Mesir vs Iran: Misi Bersejarah Tim Melli Berlanjut atau Berakhir?
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved