Krisis Air Picu Aksi Protes, Khamenei: Jangan Salahkan Demonstran

loading...
Amnesty International (AI) mengatakan, setidaknya delapan orang tewas selama kerusuhan itu.



"Rekaman video yang diverifikasi oleh Amnesty dan pengakuan yang konsisten dari lapangan menunjukkan pasukan keamanan menggunakan senjata otomatis mematikan, senapan dengan amunisi yang tidak pandang bulu, dan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa," kata AI.

Baca juga: Aksi Protes Krisis Air di Iran Makan Korban Jiwa

Kepala HAM PBB Michelle Bachelet mengatakan dia sangat prihatin dengan kematian dan cedera yang terjadi selama seminggu terakhir, serta penangkapan dan penahanan yang meluas.

“Dampak krisis air yang menghancurkan terhadap kehidupan, kesehatan, dan kemakmuran rakyat Khuzestan harus menjadi fokus perhatian pemerintah, bukan protes yang dilakukan oleh orang-orang yang putus asa karena diabaikan selama bertahun-tahun,” katanya.

Pengawas internet NetBlocks melaporkan pemadaman akses web seluler di Khuzestan, pembatasan yang sering diberlakukan oleh pihak berwenang selama protes.

"Amerika Serikat mendesak Iran untuk mengizinkan warga negara untuk menggunakan hak universal mereka atas kebebasan berekspresi, serta secara bebas mengakses informasi online,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jalina Porter.

Kekeringan parah di Iran telah mempengaruhi rumah tangga, menghancurkan pertanian dan peternakan, serta menyebabkan pemadaman listrik.

Ekonomi negara itu telah dirusak oleh sanksi yang dijatuhkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, dan pandemi. Pekerja, termasuk ribuan di sektor energi penting, dan pensiunan telah memprotes selama berbulan-bulan di tengah ketidakpuasan atas salah urus, pengangguran dan inflasi.
halaman ke-2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top